Jenazah Bos Power Steel Dibawa ke Rumah Duka
Keluarga beserta kerabat korban ikut menunggu di rumah sakit sejak kemarin. Terlihat juga istri korban yang terus menangis dan tak bersedia memberikan keterangan. Padahal sesaat sebelumnya keluarga korban sempat ingin memberikan pernyataan.
Akibat Bercanda, Kepala Polisi Itu Tertembus Peluru...
Peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan yang disewa Briptu GFS (27) di Jalan Enim Nomor 123, RT 05 RW 10 Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/1/2012) pukul 19.30. Menurut sejumlah warga, Rabu malam itu, HB langsung mengevakuasi FHB ke Rumah Sakit Puri Medika, Jakarta Utara. Korban kemudian dibawa ke RS Polri, Jakarta Timur.
Warga setempat lebih mengenal GFS karena dia sudah tinggal di rumah kontrakan itu empat tahun. GFS yang dikenal warga dengan panggilan Rico itu berprofesi sebagai sopir pimpinan di Direktorat Polisi Perairan Tanjung Priok.
Sementara, HB baru satu tahun ini tinggal bersama GFS. Kedua pemuda itu datang dari wilayah timur Indonesia.
Hingga kemarin, rumah kontrakan kedua pemuda itu tampak lengang. Tak ada garis polisi melintang meski pada malam harinya terjadi peristiwa penembakan di rumah itu.
”Tidak seperti kasus kriminal lain, sejak terjadi penembakan hingga Kamis siang tak ada pemasangan garis polisi,” ucap Karnaen (58), warga setempat.
Karnaen mengaku, dialah yang mendengar suara letusan pistol di rumah kontrakan Rico. Suara letusan itu, kata dia, terdengar cukup jelas karena lingkungan sedang sepi.
”Setelah mendengar suara letusan, saya keluar dari rumah, dan rumah kontrakan itu gelap. Lampunya tidak dihidupkan seperti biasanya,” katanya.
Tak lama kemudian, lanjut Karnaen, HB keluar dengan menggendong FHB ke dalam sedan yang terparkir di depan rumah kontrakan. Mobil itu dikenali Karnaen sebagai mobil operasional yang biasa dibawa Rico setiap kali pulang bertugas.
Saat itu, Karnaen mengaku, belum mengetahui identitas pemuda yang digendong HB. Sampai pada Kamis pagi, seorang polisi memberitahukan, korban penembakan itu FHB.
Sebelum terdengar suara letusan, tak terdengar suara apa pun dari rumah kontrakan itu. Sebagai warga, kata Karnaen, GFS dan HB dikenal cukup santun dan tak pernah terlibat dalam konflik apa pun.
Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis siang, mengatakan, HB sudah mengaku sebagai pelaku dalam peristiwa itu. ”Tentu saja tidak sepatutnya dia bercanda dengan menggunakan senjata api,” kata Rikwanto.
Menurut dia, mulanya HB mengambil revolver colt dinas milik Briptu GFS dari lemari pada saat GFS sedang mandi. Lalu, HB mengosongkan peluru dalam revolver tersebut. Merasa yakin revolver itu sudah tidak berpeluru, tersangka mencoba menembak ke arah bawah dan revolver tidak meletus. Lalu, ia bermain-main dengan senjata api itu dan mengarahkan larasnya ke FHB yang sedang bertamu di rumah kontrakan itu. Pelatuknya ditarik dan ternyata meletuskan satu peluru.
”Peluru itu mengenai dahi korban sehingga korban langsung tewas. Pelaku pasti kena sanksi. Tidak tertutup kemungkinan pelaku dapat dipecat tidak hormat dari kepolisian,” ungkap Rikwanto.
Terkait dengan dugaan HB sedang bermain russian roulette dengan korban FHB, Rikwanto mengatakan, hal itu masih belum jelas karena pemeriksaan belum selesai. ”Yang pasti, senjata api itu bukan barang mainan atau untuk dimain-mainkan,” ujarnya menegaskan.
Dalam kasus ini, menurut dia, GFS juga bisa dikenai sanksi karena tak menyimpan pistolnya dengan baik.
”Baik HB maupun GFS kini diperiksa di propam (profesi dan pengamanan) kesatuannya. Sudah pasti keduanya akan menjalani sidang pelanggaran disiplin/kode etik profesi Polri dulu. Jika terbukti ada tindak pidana, akan dilanjutkan dengan penyidikan pidananya,” katanya.
Stoner dan strategi penjualan Honda 2012
|
2 Balita Tewas Saat Kebakaran di Kelapa Gading
"Kejadiannya sekitar jam 4 pagi tadi," ujar saksi mata Abdullah Saleh di Gang Kepu, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/10/2011).
Menurut Abdullah, rumah bernomer 23 itu milik seorang penjual bensin eceran bernama Iman. "Iman sudah dua tahun berjualan bensin eceran di sini karena kena PHK," jelasnya.
Pada kejadian itu, Abdullah menceritakan, Iman baru saja pulang dari membeli bensin eceran dengan menggunakan sepeda motornya.
"Saat sampai rumahnya, dia menurunkan jeriken bensin tapi kemudian tumpah dan saat itu motor dalam keadaan hidup," kata Abdullah.
Tiba-tiba, duarrr!!, motor langsung meledak dan langsung membakar rumah Iman. Istri Iman, Dede, yang melihat rumahnya terbakar menjadi panik dan lari menyelamatkan diri.
Sayangnya, Dede lupa membangunkan kedua buah hatinya yaitu Rizal (5) dan Inayah (3) yang masih tertidur di dalam rumah.
"Dua anaknya tewas terbakar dan bapaknya ikut terbakar dan dibawa ke rumah sakit," terangnya.
Tidak hanya rumah Iman, rumah tetangganya juga ikut terbakar, termasuk sebuah mobil bermerk Daihatsu Xenia.
98 Preman Ditangkap di Jakarta Utara
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakut Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar, Jumat (5/8/2011), mengatakan, para preman itu di antaranya ada yang ditangkap saat memalak pengendara truk. Ada pula yang ditangkap ketika beberapa diantara mereka nongkrong di pinggir jalan.
Untuk selanjutnya, kata Irwan, para preman itu akan diberikan pembinaan agar dapat memperbaiki sikap hidupnya. Setelah itu, mereka akan dikembalikan ke masyarakat."Kami berharap, razia ini bisa menertibkan para preman ini," katanya. Lebih lanjut, Irwan mengatakan, penertiban preman itu sebagai upaya cipta kondisi selama bulan Puasa berlangsung. Operasi ini akan diadakan secara rutin hingga Lebaran nanti.
Bayi Korban Penculikan Ditemukan
VIVAnews - Cheryl Audrey Jacqueline, bayi yang diculik pengasuhnya sejak awal pekan lalu, sudah ditemukan hari ini. Tersangka pelaku penculikan bernama Ina Asriyana masih dikejar polisi.
Bayi yang baru berusia 5 bulan itu diantar ke Polsek Cakung, Jakarta Timur, oleh penambal ban bernama Rahmat sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis, 4 Agustus 2011. Dia tinggal di kawasan Jakarta Utara.
Benteng Bentuk Bunker Tertanam di Sungai Bambu
Keyakinan Kuncoro juga diperkuat oleh keteranngan salah seorang warga bernama Zambrut yang sejak kecil tinggal tak jauh dari bunker. Menurutnya ada beberapa pintu masuk dan bunker itu bisa untuk bermain, namun saat ini sudah tak lagi bisa untuk bermain. "Bangunan bunker itu berada di sisi Jl Gadang dan di dalam area SDN Sungaibambu 01-04, serta ada di RT 0011/01," katanya.
Pada 1980-an lalu, kata Zambrut, ia bersama teman-temannya masih bisa bermain. "Kira-kira luas bunker itu ada sekitar 300 meter dan masih bisa digunakan untuk berlari-larian. Bahkan di dalamnya terdapat topi baja dan senjata tua. Namun tak boleh diambil sesuai pesan orang tuam agar tidak mengambil barang apapun di dalam bunker," tukasnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono langsung meminta Sudin Kebudayaan untuk menggali kebenaran cerita tersebut secara ilmiah. "Jika memang hal itu benar saya minta Sudin Kebudayaan untuk menggali kebenarannya. Jika memang terbukti maka hal itu bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata menarik," kata Walikota.
Saat ini kata Walikota, Jakarta Utara sedang gencar menggalakkan potensi wisata yang menjadi dedicated program/program prioritas dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Temuan ini bisa dikembangkan dan bisa mensejahterakan warga sekitar," katanya. (juc/uj)
Belasan Kafe Liar Ditertibkan
|
Bangunan kafe yang memakai gazebo tersebut ditertibkan, Selasa (12/1). Sebanyak 200 petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi, dan aparat Sudin P2B dan Sudin Pertamanan Jakarta Utara diterjunkan ke lokasi. Alhasil, belasan kafe yang terletak tak jauh dari Waduk Pluit tersebut berhasil dirobohkan.
Penertiban dilakukan karena kafe-kafe liar itu berada di ruang terbuka hijau (RTH) dan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Pemilik kafe hanya bisa pasrah saat dilakukan pembongkaran. "Saya sih pasrah saja, habis memang salah membuka kafé di ruang terbuka hijau," ujar Martono (51), satu pemilik kafe.
Sugeng Santoso, Kepala Seksi Penertiban P2B Jakarta Utara, mengaku sudah berulang kali memperingatkan pemilik kafe seafood agar tidak berjualan di lokasi tersebut. Namun peringatan yang disampaikan tidak pernah digubris sehingga dibongkar hari ini.
Keberadaan warung seafood di area RTH seluas 5.000 meter persegi, kata Sugeng Santoso, telah menyalahi Perda No 7 Tahun 1991 tentang Bangunan Dalam Wilayah DKI Jakarta. Untuk mengantisipasi kafe tersebut berdiri kembali, areal tersebut akan dilangsung dipagar dan dipasang papan segel. (bjc)
Kencing Sembarangan, 12 Buruh Dilarikan ke RSUD Koja
|
Informasi yang berhasil dihimpun beritajakarta.com di lapangan menyebutkan, kejadian menghebohkan ini bermula saat Kending (25), salah seorang buruh kebelet ingin buang air kecil. Karena ia malas pergi ke toilet, maka lelaki asal Jombang, Jawa Timur ini nekat buang air kecil sembarangan, yakni persis di bawah pohon besar yang berada di makam keramat Habib Muhammad atau Embah Priok. Makam ini memang letaknya tidak jauh dari proyek pembangunan tangki Pertamina.
Anehnya, baru beberapa menit membuang hajat, Kending mendadak kelojotan sambil berteriak histeris. Lehernya terus dipegangi karena mendadak seperti orang keseleo, sedangkan mulutnya menganga dan menyong.
Ironisnya, derita yang dialami Kending belum juga reda, sebelas rekannya mendadak mengalami hal serupa. Seolah penyakit dadakan ini menularkan begitu cepat pada teman-teman seprofesinya. Mereka mengalami kaku pada bagian leher.
Yanwar (20), salah seorang korban mengatakan, rahang bawah dan leher depan mendadak terasa kaku sehingga ia tak bisa menutup mulutnya. Pria ini mulutnya terbuka dengan posisi kepala menengadah. “Gak tahu kenapa, leher tiba-tiba saja kaku tidak bisa menoleh ke kiri dan ke kanan,” ujarnya saat ditemui di RSUD Koja, Selasa (12/1).
Yanwar merasakan, saat itu seolah ada orang yang menampar pipinya, bahkan ia sempat melihat bayangan perempuan berkelebat di depannya. Beberapa temannya ada yang hanya tertunduk karena bagian belakang leher terasa kaku, tak bisa menatap lurus ke depan. Sedangkan lainnya, ada yang kepalanya hanya bisa menoleh ke kanan, karena lehernya kaku tak bisa menghadap lurus ke depan atau menoleh ke arah sebaliknya.
Anto (30), seorang buruh yang ‘selamat’ dari cengkeraman mahkluk halus ini langsung melarikan rekan-rekannya ke RSUD Koja untuk mendapatkan pertolongan. “Saya dengar makam itu sangat keramat. Tadi malam juga sudah ada korban keserupan yang mengeluhkan sakit di leher. Ternyata siang tadi kembali terulang lagi, kasusnya sama dengan yang tadi malam,” jelasnya.
Ia menuturkan, korban yang mengalami leher kaku diantaranya adalah, Eko, Mulyadi, Sulis Suryono, Agus, Fauzi, Yanwar, Umar, Andri, Soni, Kending, dan beberapa rekan lainnya. “Hingga kini 10 orang tersebut masih dirawat di RSUD Koja, sedangkan dua lainnya sudah diperbolehkan pulang,” ujar seorang perawat di RSUD Koja.
Seluruh korban langsung diberikan cairan infus berwarna merah. Bahkan untuk membantu penyembuhan, Ridho, seorang ustad setempat turut didatangkan ke rumah sakit. Mulut ustad tadi terus komat kamit membacakan sejumlah ayat suci Al-Quran. “Penunggu makam minta korban sapi sebelum pembuatan penambahan tangki tersebut. Makhluk halus di sana marah karena ada yang tidak sopan yaitu buang air kecil sembarangan,” kata Ustad Ridho.
Namun dr Arif, dokter jaga di IGD RSUD Koja mengatakan, seluruh korban itu diduga mengalami keracunan makanan. “Kalau di medis tidak ada namanya kesurupan. Dari pemeriksaan sementara mereka mengalami gejala keracunan dari makanan,” terang dr Arif.(bjc)
Pelaku Sodomi 14 Anak Dibekuk
|
Saat petugas menyergap pelaku, warga sempat turut geram terhadap ulah APS. Bahkan warga nyaris menghujani bogem mentah pada pelaku yang sehari-hari dikenal sebagai pelatih renang. Namun aksi massa ini berhasil dicegah petugas. Sebagian warga juga mengaku tidak menyangka kalau APS adalah pelaku sodomi terhadap anak-anak usia 10–14 tahun.
“Waduh, untungnya polisi segera menangkap, kalau tidak kami bakal kecolongan. Apalagi, orang itu tidak terlihat berwajah kriminal,” ujar Yanti (31), satu warga Rawabadak Selatan. Ia mengaku was-was kalau Andi (11), anak laki-lakinya itu pulang terlalu lama dari sekolah. Apalagi belum lama ini warga digemparkan dengan kasus sodomi dan mutilasi dengan korban anak-anak.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Komisaris Polisi (Kompol) Adex Yudhiswan, pelaku berhasil dibekuk setelah adanya laporan dari korban Dwi Priyato Ceknur alias Ento, warga Kampung Bendunganmelayu Nomor 41, RT 11/01, Tugu Selatan, Koja.
Kepada petugas, tersangka mengaku dalam mencari mangsanya, mengamati gerak-gerik anak-anak yang berenang di GOR Rawabadak. Sehari-hari memang, selain berprofesi sebagai kondektur Metromini U 41 (Tanjungpriok–Pulogadung), pelaku juga aktif sebagai pelatih renang di gelanggang tersebut. "Usai jadi kernet, pelaku biasanya nongkrong di kolam renang karena kebetulan ia berprofesi sebagai pelatih renang," jelas Adex, Selasa (12/1).
Modusnya, mula-mula pelaku mengajak berenang korbannya dan mengiming-iming memberikan uang pecahan seribu rupiah. Setelah terperangkap, pelaku membisiki korbannya bahwa agar bisa cepat berenang maka harus menjalani ‘ritual’ yakni disodomi. Beberapa korbannya memang menuruti ajakan APS itu.
"Dalam aksinya pelaku selalu mengimingi korbannya dengan uang seribuan dan duaribuan rupiah yang baru. Usai mengajarkan berenang, korban diberi uang antara Rp 3000–Rp 23 ribu,” jelas Adex
Selama ini APS mengaku sudah melakukan sodomi antara 14-17 kali terhadap para korbannya. Aksi bejadnya ini dilakukan di tempat yang berbeda, seperti di salah satu tempat kolam renang, halte bus, ruamh kosong dan sebagainya.
Pelaku gemar melakukan kejahatan seksual menyimpang ini karena jauh sebelumnya ia juga pernah menjadi korban sodomi yang disertai kekerasan, yakni saat ini masih anak-anak. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 29 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun.
Adex juga mengimbau agar selalu waspada dan menjaga anak-anaknya dari tindak kriminal. Misalnya saat berenang maka sebaiknya diperhatikan, jika ada gelagat orang yang mencurigakan segera diwaspadai.(bjc)
457.577 Warga Jakut Belum Memiliki KTP
|
Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara, Lukman Tahir, mengatakan, sebagian besar warga yang belum memiliki KTP itu merupakan kaum pendatang dari luar Jakarta. Sejauh ini mereka belum melapor ke pengurus RT/RW setempat.
Berdasarkan data dalam grafik pertumbuhan penduduk per kecamatan pada tahun 2009, penyebaran jumlah penduduk yang terbanyak adalah Kecamatan Tanjungpriok yakni sebesar 311.997 jiwa (26 persen). Disusul Kecamatan Cilincing sebanyak 241.359 jiwa (20 persen), Kecamatan Koja 232.970 jiwa (19 persen), Kecamatan Penjaringan 186.639 jiwa (15 persen), Kecamatan Pademangan 119.398 jiwa (10 persen), dan Kecamatan Kelapagading memiliki jumlah penduduk yang paling sedikit yaitu 109.558 jiwa (10 persen).
Bea Cukai Tanjungpriok Gagalkan Penyelundupan Miras Korea
"Kita berhasil menggagalkan empat kali upaya importasi minuman keras asal Korea. Operasi dilakukan sepanjang Desember 2009 hingga Januari 2010," ujar Thomas Sugijata, Dirjen Bea Cukai, di Lapangan Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjungpriok, Jakarta Utara, Selasa (12/1).
Penyelundupan ini, kata Thomas, dilakukan oleh tiga perusahaan importir, yaitu PT FU, PT KU, PT BCM. Modus yang digunakan dengan memalsukan dokumen pabean. "Dari penelusuran yang dilakukan intelijen, ternyata ada tiga perusahaan yang selama ini memasok minuman keras dengan memalsukan dokumen pabean. Pengendaliannya dikoordinir oleh seseorang,” ujarnya.
Penyidik Bea Cukai, lanjut Thomas, telah berhasil menangkap satu orang berinisial ARH yang kini sudah ditahan di Rutan Cabang Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan sehubungan dengan impor minuman keras tersebut. Dan tidak tertutup kemungkinan upaya penyelundupan minuman keras ini dilakukan oleh sebuah kelompok yang saat ini penyelidikannya sedang dikembangkan oleh Bea Cukai Tanjungpriok,” ungkap Thomas.
Ia menuturkan, dalam dokumennya, PT FU yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat memberitahukan jenis barang berupa Food Poultry Plastik Box dalam 2 kontainer 20 feet. Namun setelah diperiksa, ternyata berisi 25.520 botol miras jenis Jinro Soju, Lotte Soju, dan Wisky Scotch Blue.
Sedangkan PT KU di Jakarta, dalam dokumen dua kontainer ukuran 40 feet, tertulis barang berupa Cutting Blades. Setelah diperiksa ternyata terdapat 70.500 miras bermerk Jinro Chamisul Fresh.
PT BCM memberitahukan jenis barang dalam dokumen manifes berupa Parts of Machinery di kontainer ukuran 20 feet. Hasil pemeriksaan petugas berupa 9.075 botol jenis Korean Traditional Wine merek Sangsin Brewery, Premium Scotch Wisky merek Imperial Clasic, dan Premium Scotch Wisky merek Imperial Aged.
“Pelaku dijerat pasal 102 Undang-undang No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana 1 tahun penjara dan maksimal 10 tahun dan denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 5 miliar. Serta Undang Undang No 39 Tahun 2007 tentang Cukai pasal 103 serta pasal 50 dengan ancaman penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun serta denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” ungkapnya.
Makam Keramat Tanjung Priok akan Dilestarikan
Demikian dinyatakan oleh KH Miftakhul Falah, salah seorang tokoh ulama Jakarta Utara yang menghadiri rapat tersebut. Menurut Miftah, rapat tersebut akan ditindaklanjuti dengan rapat lanjutan untuk membicarakan mengenai teknis pelestarian makam keramat tersebut.
Antar Anak Kursus, Ayah Dilindak Kontainer
Lingkungan RW 12 Pejagalan Canangkan TIAS
Pejagalan - Lingkungan RW 12 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan mencanangkan motto yakni Tertib Indah Aman dan Sejahtera (TIAS) untuk mendukung berbagai macam program pemerintah.
Program ini dipromotori Ketua RW 12, Utja Aryusa yang membawahi 16 RT diwilayahnya untuk memberdayakan masyarakat secara bersama-sama menciptakan lingkungan yang tertib indah aman dan nyaman.
Pendidikan Non Formal Ciptakan Lapangan Kerja
Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) di Jakarta Utara, telah membantu program pemerintah menciptakan tenaga kerja siap pakai. Selain itu juga, PNFI telah menciptakan adanya lapangan kerja. 30 Orang Terjaring Operasi Yustisi Kebersihan
Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara menggelar operasi yustisi kebersihan di Terminal Tanjung Priok. Razia tersebut berhasil menjaring 30 orang selama 2 hari sejak Selasa (01/12) terjaring 12 orang dan Rabu (02/12) ada 18 orang.
Semua pelanggar, langsung diajukan ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang dipimpin Hakim P Napitupulu, Prim Haryadi dari PN Jakarta Utara, serta Jaksa A Rofah.
Warga Semper Simulasi Pompa Air Portable Dari Damkar Jakut
Jakarta Utara - Warga RW 15 Semper Barat, Cilincing mendapatkan bantuan mesin pompa air portable dari pihak Sudin Damkar Jakarta Utara. Mesin 2 stroke 2 silinder ini mempunyai kekuatan daya sedot air sebanyak 1.500 liter/menit. Mesin ini juga dilengkapi dengan selap isap sepanjang 50 meter.
" Bantuan mesin pompa ini di berikan khususnya di kawasan padat pemukiman dan sulit terjangkau oleh mobil pemadam saat terjadi musibah kebakaran. Untuk itulah pompa ini diharapkan bisa meminimalisir api saat kebakaran terjadi " kata Biduan Sitorus Perwira Sudin Damkar Jakarta utara. Selain memberikan bantuan mesin pompa ini, pihak sudin Damkar juga memberikan pelatihan dan simulasi tata cara penggunakan alat pemompa tersebut. Sedikitnya 100 warga ikut andil dalam simulasi.



































