KEC. TANJUNG PRIOK :
SUNGAI BAMBU - Kabar menarik dan sedikit mengandung misteri, tiba-tiba menyeruak di tengah masyarakat Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok. Masalahnya, warga menyakini di Jl Gadang terdapat sebuah benteng peninggalan zaman penjajahan yang tertanam di bawah tanah. Benteng itu dalam bentuk bunker yang diyakini berhubungan dengan bunker ke kawasan Sunda Kelapa hingga Pasar Ikan Muara Angke.
Menurut Kuncoro Ketua RT 0011/01 Kelurahan Sungaibambu, keberadaan bunker itu memang sudah sejak lama diceritakan oleh para orangtua mereka. Bahkan bunker itu tembus ke Stasiun Kereta Api Tanjungpriok hingga Pasar Ikan dan Sunda Kelapa. "Menurut cerita para orangtua kita dahulu memang di kawasan Jl Gadang terdapat sebuah benteng dalam bentuk bunker yang hingga tembus hingga ke Pasar Ikan," katanya.
Keyakinan Kuncoro juga diperkuat oleh keteranngan salah seorang warga bernama Zambrut yang sejak kecil tinggal tak jauh dari bunker. Menurutnya ada beberapa pintu masuk dan bunker itu bisa untuk bermain, namun saat ini sudah tak lagi bisa untuk bermain. "Bangunan bunker itu berada di sisi Jl Gadang dan di dalam area SDN Sungaibambu 01-04, serta ada di RT 0011/01," katanya.
Pada 1980-an lalu, kata Zambrut, ia bersama teman-temannya masih bisa bermain. "Kira-kira luas bunker itu ada sekitar 300 meter dan masih bisa digunakan untuk berlari-larian. Bahkan di dalamnya terdapat topi baja dan senjata tua. Namun tak boleh diambil sesuai pesan orang tuam agar tidak mengambil barang apapun di dalam bunker," tukasnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono langsung meminta Sudin Kebudayaan untuk menggali kebenaran cerita tersebut secara ilmiah. "Jika memang hal itu benar saya minta Sudin Kebudayaan untuk menggali kebenarannya. Jika memang terbukti maka hal itu bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata menarik," kata Walikota.
Saat ini kata Walikota, Jakarta Utara sedang gencar menggalakkan potensi wisata yang menjadi dedicated program/program prioritas dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Temuan ini bisa dikembangkan dan bisa mensejahterakan warga sekitar," katanya. (juc/uj)
Keyakinan Kuncoro juga diperkuat oleh keteranngan salah seorang warga bernama Zambrut yang sejak kecil tinggal tak jauh dari bunker. Menurutnya ada beberapa pintu masuk dan bunker itu bisa untuk bermain, namun saat ini sudah tak lagi bisa untuk bermain. "Bangunan bunker itu berada di sisi Jl Gadang dan di dalam area SDN Sungaibambu 01-04, serta ada di RT 0011/01," katanya.
Pada 1980-an lalu, kata Zambrut, ia bersama teman-temannya masih bisa bermain. "Kira-kira luas bunker itu ada sekitar 300 meter dan masih bisa digunakan untuk berlari-larian. Bahkan di dalamnya terdapat topi baja dan senjata tua. Namun tak boleh diambil sesuai pesan orang tuam agar tidak mengambil barang apapun di dalam bunker," tukasnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono langsung meminta Sudin Kebudayaan untuk menggali kebenaran cerita tersebut secara ilmiah. "Jika memang hal itu benar saya minta Sudin Kebudayaan untuk menggali kebenarannya. Jika memang terbukti maka hal itu bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata menarik," kata Walikota.
Saat ini kata Walikota, Jakarta Utara sedang gencar menggalakkan potensi wisata yang menjadi dedicated program/program prioritas dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Temuan ini bisa dikembangkan dan bisa mensejahterakan warga sekitar," katanya. (juc/uj)
