Peluang Usaha    Hobby    Budaya    Kerajinan    Wisata    Oto    Tekno    Olah Raga    Kuliner    Seleb    Pendidikan    Kesehatan    Seks    Modis    Amatir   
Diberdayakan oleh Blogger.

Kenapa memilih Berwirausaha?

Stock Photo by Sean Locke
Stock Photo by Sean Locke

Mungkin sebagian dari anda bertanya – tanya, kenapa banyak orang membicarakan wirausaha. Berlomba – lomba mendirikan suatu usaha. Kenapa mereka tidak bekerja saja di kantor, dll. Banyak wirausahawan yang sukses dan seharusnya anda harus mengikuti kesuksesan mereka dalam berwirausaha. Caranya dengan membuka usaha dengan tangan sendiri. Kenapa harus wirausaha? Kenapa tidak dengan yang lain. Inilah jawaban dari pertanyaan anda. 

1. Menjadi kaya
Seorang wirausahawan apabila dia bersungguh – sungguh menekuni usahanya maka dia akan sukses dalam usaha itu walaupun banyak hambatan yang terjadi. Dan kesuksesannya itu mendatangkan income yang besar bahkan lebih besar dari orang yang menerima gaji di kantor. Seorang wirausaha mampu merekrut karyawan. Yang artinya sebesar – besarnya gaji karyawan masih besar pendapatan yang diterima atasannya. Hal ini jugalah yang menjamin stabilitas keuangan anda. Menabung untuk masa depan keluarga bisa anda lakukan dengan mudah dari penghasilan berwirausaha.


2. Bisa memanfaatkan waktu
Berwirausaha sesuai apa yang anda senangi contohnya membuka cake and bakery karena anda menyukai dunia membuat kue atau membuka toko olahraga karena anda gemar berolahraga menjadikan waktu yang anda gunakan lebih effisien karena anda tahu tentang apa yang anda kerjakan. Sehingga dapat lebih menyelesaikan pekerjaan dengan mudah, yang berarti anda mempunyai banyak waktu untuk sekedar berkumpul dengan keluarga atau bahkan berlibur sekaligus.


3. Menjadi kebanggaan tersendiri
Siapa  yang tak bangga ketika apa yang dilakukan mencapai kesuksesan. Bukan hanya bangga dari sendiri yang muncul tetapi orang lain juga akan bangga dengan apa yang anda capai. Ini mengakibatkan reputasi anda di masyarakat terangkat dari seorang biasa menjadi orang yang kaya berkat berwirausaha. Selain itu anda akan lebih dihargai dan dihormati oleh orang lain serta anda akan menjadi panutan atau teladan bagi orang lain. Bahkan dengan kesuksesan anda, anda bisa memotivasi orang lain.


4. Menjadi mandiri
Kita adalah supir yang mengendalikan usaha kita sendiri.  Bukan orang lain yang mengemudikan usaha kita. Kesuksesan usaha kita berawal dari diri kita sendiri. Oleh sebab itu kemandirian kita dalam mengelola usaha sangatlah penting. Berawal dari sinilah anda akan menjadi seorang atasan yang mandiri dan menghindari ketergantungan dari orang lain. Memperolah kesuksesan dengan kemampuan pribadi dan akhirnya bisa membuka lowongan pekerjaan bagi pengangguran terutama di lingkungan sekitar anda, yang berarti anda turut ikut serta memerangi kemiskinan di negara kita ini.


5. Menjadi jalan pintas
Ketika anda dipecat atau terkena PHK di kantor anda dan keuangan dalam keluarga anda semakin menipis maka  anda akan secara cepat akan berpikir untuk menjadi wirausahawan karena anda tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencari lowongan pekerjaan ketika anda bisa menciptakan pekerjaan sendiri.


Sumber : http://www.wartawirausaha.com/

Keuntungan Wanita Berwirausaha

Wanita kerap dianggap sebagai makhluk yang lemah. Dan terkadang wanita dihadapkan pada dua pilihan keluarga atau karier. Tentu ini merupakan pilihan yang sulit karena merupakan kewajiban seorang wanita untuk mengatur rumah tangga dan keluarga. Namun, di sisi lain seorang wanita ingin mandiri dan membantu suami.

Namun, mendapat uang tidak harus selalu di kantor. Anda bisa menjadi seorang wirausaha. Misalnya saja membuka toko asesoris, jilbab, tas, maupun membuka catering.
Bila anda memilih untuk menjadi wirausaha, maka anda pun akan banyak mendapatkan keuntungan dan manfaat. Bagi diri sendiri, keluarga maupun orang lain disekitar kita.

Orang Lain Akan Mendapat Kesempatan Kerja
Usaha yang berkembang tentunya membutuhkan tenaga kerja untuk membantu keperluan kantor. Oleh karena itu, dengan menjadi wirausaha anda dapat membantu orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui gaji yang anda berikan.

Waktu Untuk Keluarga Lebih Mudah Diatur
Dunia wirausaha tentu berbeda dengan kantor yang sudah menetapkan jam masuk kantor dan pulang kantor. Disini waktu bisa lebih bersahabat atau fleksibel sehingga anda tidak perlu khawatir apabila tidak dapat berkumpul dengan keluarga. Anda tetap dapat berkumpul dengan keluarga apalagi jika usaha anda menjadi satu dengan rumah.

Hobi Anda Akan Tersalurkan
Kebanyakan seorang wanita terjun ke dalam dunia wirausaha awalnya berasal dari hobi baik itu hobi membuat asesoris, masak, dan sebagainya. Terasa menyenangkan apabia hobi bisa mendatangkan penghasilan. Pasti ada rasa bangga pada diri kita.

Bertambahnya Wawasan dan Relasi
Menjadi wirausaha juga akan membuat anda bertemu banyak orang dengan berbagai karakter dan pekerjaan.  Dari orang-orang tersebutlah anda mendapat banyak pengalaman dan pelajaran. Anda akan banyak belajar untuk menghadapi orang dengan berbagai karakter. Anda juga akan lebih bijak dan lincah  dalam mengatasi sebuah permasalahan.  Wawasan anda juga akan bertambah melalui orang-orang yang anda temui.

Memiliki Pendapatan Sendiri

Kewajiban member nafkah adalah tugas suami namun, walaupun begitu bukan berarti  anda tidak bisa membantu suami. Dengan berwirausaha anda bisa memperoleh pendapatan yang paling tidak bisa meringankan beban suami. Bangga lho apabila seorang istri bisa membantu suami.

Namun jangan lupa seorang wirausaha harus tetap berbesar hati menerima kritik dan saran. Janganlah mudah menyerah. Manfaatkan peluang yang ada sekecil apapun itu.

Janganlah malu untuk belajar dari pengalaman sendiri maupun orang lain. Lakukan pekerjaan secepat mungkin, janganlah ditunda-tunda. Yakinlah kesuksesan adalah milik semua orang.

Pandai & Bodoh ... mana yang Sukses?

Secara tidak sengaja saya mendengarkan sebuah seminar yang membahas tentang bagaimana mencapai sebuah kesuksesan.

Secara umum seminar tersebut sangat menarik, tetapi ada yang mengusik saya tentang pandangan yang disampaikan pembicara bahwa Orang2 Sukses & Kaya lebih banyak terlahir dari orang2 yang Bodoh dalam pendidikan formalnya.


Lho kenapa ???


Menurut sang pembicara alasannya sbb :

Kebanyakan orang2 yang pandai di pendidikan formalnya akan dipekerjakan oleh orang2 kaya atau pemilik perusahaan.
Sedangkan orang2 yang bodoh/gagal pendidikan formalnya tidak diminati oleh pemilik perusahaan, sehingga dia akan berusaha sendiri untuk membangun usahanya.

Kalau menurut saya, sebenarnya kata kuncinya BUKAN pada "pandai & bodoh" .. TETAPI pada "berusaha & tidak berusaha"


Bagaimana pendapat temen-temen ?




Ditulis oleh Aldi Saptono
Gubeng, Surabaya, 17 September 2009  Jam 11:48:39

Tugas Kita adalah Mencoba

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Mario Teguh.

Kita tidak pernah tahu, apakah kita akan gagal atau berhasil. Hanya satu untuk mengetahui jawabannya, yaitu dengan mencoba. Rahmat Motivasi Islami.


Aku bukanlah seorang pengecut, karena setiap usaha yang terbuang merupakan langkah maju yang lain Thomas A. Edison


Anda mungkin ditipu jika terlalu mempercayai tetapi hidup anda akan tersiksa jika tidak cukup mempercayai Frank Crane


Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya telah melakukan satu kesalahan lagi. Confucius


Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah. Lao Tze


Orang yang berani tidak akan membabi-buta melompat masuk ke dalam jurang, melainkan masuk dengan perlahan-lahan dan dengan mata yang terbuka setelah mengukur dalamnya Stahl P.J


Bangsa penakut tidak boleh merdeka dan tidak berhak merdeka. Ketakutan adalah penasihat yang sangat curang untuk kemerdekaan Andre Colin


Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang paling takut pada perubahan Mognon Me Lauhlin


Abdullah bin Mas'ud berkata, Nabi saw bersabda, Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh Allah lalu harta itu dikuasakan penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki diberi hikmah oleh Allah di mana ia memutuskan perkara dan mengajar dengannya. (HR. Bukhari)



Ditulis oleh Jundullah
Bumi Allah, 14 Oktober 2009  Jam 13:07:13

Sukses Adalah Pilihan

"Tuhan tidak pernah bertanya kepada seseorang apakah dia akan menerima hidupnya. Ini bukan pilihan. Anda harus menerimanya. Satu-satunya yang bisa dipilih adalah bagaimana menjalaninya."
-Henry Ward Beecher-

Mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan lainnya ? Salah satunya adalah karena manusia memiliki kebebasan hati untuk memilih jalan kehidupannya. Manusia
memiliki kemerdekaan hati untuk mengarahkan pilihan jalan hidupnya. Kemerdekaan dan kebebasan hati inilah yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Sesungguhnya dihadapan setiap manusia telah terbentang dua pilihan jalan kehidupan. Manusia diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih, apakah kita akan memilih jalan keberhasilan atau kegagalan, memilih jalan kehidupan positif atau kehidupan negatif, memilih memiliki motivasi tinggi atau dikendalikan kemalasan, memiliki keberanian atau ketakutan, dan lain-lain. Kita sendirilah yang menjadi penguasa hati kita sendiri.

Cara kita menggunakan kebebasan untuk memilih akan sangat menentukan kehidupan kita karena setiap pilihan yang kita ambil pasti akan mendatangkan resiko. Jika kita terlalu banyak makan, maka kita mengambil pilihan untuk kelebihan berat badan. Jika kita terlalu boros maka kita mengambil pilihan untuk menjadi bokek. Jika kita malas belajar maka kita mengambil pilihan untuk tidak naik kelas. Jika Anda minum alkohol dan mengemudikan kendaraan, maka Anda membuat pilihan menghadapi resiko tewas atau menewaskan orang lain karena menyebabkan kecelakaan. Bila kita menyakiti orang, kita memilih balasan untuk disakiti. Bila kita tidak memperhatikan orang lain, maka kita memilih untuk tidak diperhatikan oleh orang lain.

Pilihan mengandung resiko. Kita bebas untuk menetapkan pilihan, tetapi setelah kita memilih, pilihan itu akan mengendalikan kita. Kita memiliki pilihan yang sama untuk tidak sama. Kitalah yang memilih. Hidup ini dapat dibandingkan dengan pembuat tembikar yang membentuk tanah liat menjadi apa pun yang ia inginkan. Demikian pula, kita dapat membentuk hidup kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

Sukses adalah pilihan. Jika kita memilih untuk hidup sukses dan bahagia tentu saja ada harga yang harus kita bayar yaitu kerja keras, kesungguhan, kedisplinan, pantang menyerah, selalu belajar dan belajar, penuh kesabaran, dan ketekunan dalam berjuang.

Sebaliknya jika kita memilih untuk gagal, kitapun akan membayar harganya yaitu kemunduran, kepahitan, penderitaan, depresi, kekalutan, dan sebagainya.

Mengubah pilihan berarti mengubah hidup Anda. Oleh sebab itu beranilah memilih yang terbaik untuk menjadi yang terbaik, jika tidak maka nasib Anda yang akan menjadi taruhannya. Setiap pilihan mengandung resiko, karena setiap pilihan memiliki resiko maka janganlah takut untuk berani memilih hal-hal positif dan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan. Janganlah takut mengambil resiko karena resiko tidak semestinya bahaya dan menghancurkan. Justru manusia yang berani mengambil risiko,dialah yang akan menjadi besar.

http://sofyandomion.blogspot.com/



Ditulis oleh Sofyan
Jakarta Barat, 13 Agustus 2010  Jam 9:34:17

Mewujudkan Impian dengan Jurus Motisakti

Referensi artikel ini adalah buku berjudul "MOTISAKTI, motivasi yang bikin kamu sakti" ditulis oleh Zen el-Fuad, Motivator Sinergi Semesta.

Untuk mewujudkan impian kita, terdapat rumus/formula dari Jurus Motisakti seperti di bawah ini.

H = (I x P x K)^T
H = Hasil (Terwujudnya Impian, Tercapainya yg diimpikan)
I = Impian
P = Pedoman
K = Kemampuan
T = Tawakal
tanda ^ = pangkat
tanda x = kali

IMPIAN (I)
Impian yang baik (kualitas nilainya tinggi) adalah impian yang jelas dan fokus, bernuansa dunia dan akherat, serta memberikan banyak manfaat bagi sebanyak mungkin orang (otomatis diri sendiri akan terkait didalamnya).

PEDOMAN (P)
Pedoman artinya "PEMAHAMAN KITA" tentang makna dan ikhtiar kesuksesan (usaha untuk sukses), maksudnya pemahaman kita tentang bagaimana dapat sukses dengan jalan yang benar.

Jadi pedoman adalah apa pun yang kita fahami dan yakini, dan apa pun yang ada dalam logika pikiran bawah sadar kita.

Nilai Pedoman yang maksimal dapat kita raih melalui pembejaran hidup, misalnya melalui keluarga, pengalaman-pengalaman kita, lingkungan kita, orang-orang di sekitar kita, Al-Qur'an, as-Sunnah, sirah, juga buku-buku atau referensi yang berkualitas.

Semakin tinggi pemahaman kita, maka kualitas nilai P akan semakin tinggi, tentu saja H juga semakin tinggi.


KEMAMPUAN (K)
Kemampuan berbeda dengan Pedoman.
Jika pedoman bernuansa TEORI dan keilmuan, sedangkan kemampuan bernuansa AKSI dan pengalaman.

Kemampuan bermakna sudah sejauh mana kita memperjuangkan pedoman yang kita yakini tersebut. Maksudnya sudah sejauh mana kita melaksanakan, mengamalkan, menerapkan semua teori dan ilmu yang kita fahami dan yakini tsb.

Jadi Kemampuan adalah apa pun yang sudah kita KERJAKAN berdasarkan keyakinan kita (pedoman kita).

Untuk meningkatkan kemampuan kita, maka kita harus selalu beraksi (praktek) dan menambah skill, menambah pengetahuan, pemahaman dan keyakinan kita melalui berbagai pedoman kehidupan yang benar.


TAWAKAL (T)
Tawakal artinya menyerahkan semuanya kepada Allah.
Bertawakal yang baik tidak hanya diekspresikan setelah kita berusaha, tetapi meliputi keseluruhannya baik ketika AKAN, SEDANG, maupun SETELAH berusaha.

Allah berfirman :
" . . . . . apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya" : Q.S. Ali 'Imran [3] ayat 159.
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. . . ." : Q.S. Ath-Talaq [65] ayat 3.

Jadi, yang namanya tawakal itu sudah dimulai sejak kita membulatkan tekad, yaitu sejak kita menetapkan impian-impian kita. Dan senantiasa bertawakal ketika kita sedang berusaha mengejar impian-impian itu, maupun setelah berusaha.


AKHIRNYA . . .
Mohon diperhatikan rumus di atas dengan khidmat.

Ketika sebuah angka dikalikan dengan nol, maka hasilnya akan sama dengan nol. Artinya, walaupun kita memiliki impian yang bernilai tinggi, lalu diiringi oleh pedoman yang sangat hebat dan Islami. Tapi jika aksinya nol besar, maka hasilnya (nilai H) akan sama dengan nol, berarti impian tidak terwujud.

Kemudian, walaupun nilai I, P, K baik, namun kita tidak "memangkatkannya" dengan nilai tawakal (T) yang tinggi, maka hasilnya tidak signifikan. Misalnya saja T=0, maka sebesar apa pun nilai I, P, K kita, maka hasilnya hanya 1.

Apalagi, jika nilai tawakal kita minus, maka hasilnya tidak akan pernah lebih dari 1, bahkan mendekati nol.

Nilai tawakal seseorang bisa menjadi minus, jika dia sudah menjadi pribadi yang sombong dan syirik. Karena dengan begitu dia telah salah dalam menggantungkan impian, pedoman dan kemampuannya pada sesuatu yang lain. Na'udzu billahi min dzalik.

Namun, jika kita memiliki I, P, K, dan T yang bernilai positif, kita akan mendapatkan hasil positif pula. Semakin besar nilai I, P, K kita ditambah dengan nilai T yang lebih besar, maka hasilnya akan luar biasa.

Perlu diingat bahwa kita akan sangat sulit bertawakal, jika I, P, K kia tidak maksimal. Sehingga , untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, kita harus berusaha keras memaksimalkan IMPIAN, PEDOMAN, dan KEMAMPUAN kita, serta memangkatkannya dengan tawakal kepada Allah. Dengan begitu, yakinlah hasilnya akan luar biasa.

Semua tulisan di atas ini, jika kita fahami dengan benar, maka akan meningkatkan pengetahuan kita berarti meningkatkan pedoman (P) kita. Namun perlu diingat, kata-kata bijak berikut ini :

"Sejuta teori akan tumbang oleh satu aksi,
maka selaraskanlah antara teori dan aksi".


Jadi marilah kita ber-"aksi", yaitu berbuat,
berusaha keras untuk melakukannya,
tidak sekadar faham dan berteori.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh Motisakti
Cibinong, 9 Oktober 2010  Jam 2:22:22

 
 
Copyright © 2014 KANG LINTAS. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas