Peluang Usaha    Hobby    Budaya    Kerajinan    Wisata    Oto    Tekno    Olah Raga    Kuliner    Seleb    Pendidikan    Kesehatan    Seks    Modis    Amatir   
Diberdayakan oleh Blogger.

Ribuan Orang Masih Terjebak di Reruntuhan

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) menunjukan bahwa sampai dengan saat ini, pukul 11.30 WIB jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Sumatera Barat berjumlah 220 orang.  Itu jumlah korban yang terdata hingga saat ini.
Diperkirakan ribuan orang masih terjebak di reruntuhan bangunan seperti di kawasan Mara Palam Padang, Kantor Adira Finance Sawahan Padang, sejumlah Ruko di Sawahan Kota Padang, Mesjid Nurul Iman, Apotik Sari di depan Mesjid Nurul Iman, dan Gedung Kursus Gama.

Seperti yang dilansir situs menkokesra.go.id, Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim mengatakan, di daerahnya ada sekitar tujuh kecamatan yang paling paling parah dilanda gempa yaitu Padang Sago, Sugai Geringging, Aurmalintang, Kampung Dalam, Ulakan, 2x12 Enam Lingkung, dan Tapakis,

"Saat ini kecamatan itu masih terisolir karena jalan akses menuju kecamatan itu terputus," katanya yang berharap ada pasokan bantuan melalui angkutan udara untuk menembus isolasi daerah itu.

Sejumlah kabupaten lain di Sumbar yang terkena dampak gempa yaitu  Kabupaten Pessel, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kota Solok. Data korban gempa dari daerah itu masih belum masuk ke Satkorlak di Kantor Gubernur Sumatra Barat.

Gubernur Sumber Gamawan Fauzi, melakukan eksposes data ini dihadapan Mendagri Mardianto, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menhub Jusman Syafii Jamal.
• VIVAnews

Daftar Gedung Bertingkat yang Rusak di Padang

Gempa sebesar 7,6 Skala Richtrer terjadi di Sumatera Barat pada pukul 17.16 WIB, Rabu 30 September 2009. Ratusan orang tewas dalam musibah gempa dahsyat tersebut.

Sementara, ribuan orang masih terhimpit di sejumlah bangunan, diantaranya di wilayah Marapalam Padang, reruntuhan Adira Finance Sawahan, reruntuhan ruko di Sawahan, reruntuhan ruko di Simpang Haru, di mesjid Nurul Imam Padang, Apotik Sari depan Nurul Imamn, Gedung Gama, BII sudirman, PT. AGD di Bypass Padang.

Selain korban sejumlah besar gedung bertingkat di Kota Padang mengalami rusak berat hingga ambruk. Berikut daftar gedung yang ambruk dan rusak, sesuai data yang dimuat laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis 1 Oktober 2009:

    * Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (ambruk)
    * Geduk Suzuki Sawahan (ambruk)
    * 5 unit ruko Sawahan (ambruk)
    * Hyundai Sawahan (ambruk)
    * LB LIA Padang (ambruk)
    * Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Prov Sumbar (ambruk)
    * Hotel Ambacang (ambruk)
    * Toko Makanan Shirley (ambruk)
    * SD AGNES di Jalan Gereja (ambruk)
    * SDN 30  (ambruk)
    * Dealer Kapela Medan (ambruk)
    * Kantor CTA (ambruk)
    * PT. AGD Bypass (ambruk)
    * Gedung Kuantum (ambruk)
    * Kantor Adira Finance (ambruk)
    * Gedung Bunda Jaya, Ulak Karang (ambruk)
    * Mulya Elektronik (ambruk)
    * 6 unit ruko di simpang haru (ambruk)
    * 4 unit ruko di wilayah bypass (ambruk)
    * Gedung proton (ambruk)
    * Gedung LP3I (ambruk)
    * Pengadilan Negeri Siteba (ambruk)
    * Balai Kota Padang (rusak berat)
    * Matahari Dept. Store (rusak berat)
    * Plaza Andalas (rusak berat)
    * Sentral Pasar Raya Padang (rusak berat)
    * Bank Indonesia (rusak berat)
    * Bappeda Provinsi Sumbar (rusak berat)
    * Hotel Ina Muara (rusak berat)
    * DPRD Kota Padang (rusak berat)
    * DPRD Prov Sumbar (rusak berat)
    * PJKA (rusak berat)
    * Rumah makan lamun ombak (rusak berat)
    * Pasar Simpang haru (rusak berat)
    * Mesjid Muhammadiyah Simpang Haru (rusak berat)

Selain itu, sebagian besar gedung kantor di lingkungan Kantor Gubernur Sumatera Barat, termasuk Badang Kesbangpol dan Linmas Provinsi Sumatera Barat, serta gedung Pusdalops Penanggulangan Bencana (Crisis Center) Sumatera Barat mengalami rusak berat. • VIVAnews

 
 
Copyright © 2014 KANG LINTAS. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas