Peluang Usaha    Hobby    Budaya    Kerajinan    Wisata    Oto    Tekno    Olah Raga    Kuliner    Seleb    Pendidikan    Kesehatan    Seks    Modis    Amatir   
Diberdayakan oleh Blogger.

Banner Sedekah












sedekah bareng


bg sedekah


TAKUT MISKIN KARENA SEDEKAH ???



Opini oleh : Hilal Ardiansyah putra
Saudaraku yang percaya pada hari kebangkitan, ada sebuah cerita, cerita ini terjadi dalam kehidupan Ummul Mu’minin Aisyah Ra. Seorang istri Nabi yang paling muda. Suatu ketika Ummul Mu’minin Aisyah sedang berpuasa, ketika menjelang berbuka, beliau hanya memiliki dua potong roti yang dipersiapkan untuk membatalkan puasanya. Sesaat kemudian ada seorang peminta yang mengetok pintunya. Tok tok tok, peminta tersebut mengetuk pintu Ummul Mu’minin, kemudian pintu-pun dibuka, akhirnya Ummul Mu’minin memintakan pelayanya untuk  memberikan sepotong roti tersebut kepada peminta tadi.
Setela peminta itu pergi, pintu pun ditutup kembali, sesaat kemudian pintu rumah kembali berbunyi, sang pelayan pun membuka pintu, dilihatnya ada seorang peminta lagi, Ummul Mu’minin pun memerintahkan pelayan-nya untuk memberikan sepotong kue yang tersisa. Namun sang pelayan menolak “kalau kue ini saya berikan kepada peminta tersebut, Kalian mau berbukan puasa dengan apa ? tanyak sang pelayan. Karna pelayan-nya tidak mau memberikan roti tersebut, Ummul Mu’minin sendiri  yang memberikan sepotong roti tersebut di balik hijab.
Waktu berbuka puasa makin dekat, sembari menunggu waktu buka tiba, (tentu saja tanpa makanan pembuka, karena makanan yang tadinya suda dipersiapkan untuk berbuka puasa suda di berikan kepada dua orang peminta tadi) pintu Ummul Mu’minin kembali berbunyi, kemudian sang pelayan di perintahkanya unutk membuka pintu, sang pelayang terkejut, karena orang yang mengetok pintu tadi membawa kambing bakar lengkap dengan rotinya. Ummul Mu’minin pun berkata pada pelayan-nya “ coba kau lihat, bukankah makanan ini lebih baik dari pada dua potong roti tadi ?
Saudaraku seiman dan seperjuanga, apakah yang dapat kalian simpulkan dari cerita yang perna terjadi pada diri seorang istri nabi kita tersebut ?, Kalau saja hal itu terjadi pada diri kita, apa yang akan kita lakukan, memberikan makanan yang kia miliki, atau mengusirnya?. Semuanya terserah pada kalian, tapi anda akan mendapatkan sebuah hal yang menakjubkan bila kalian berani memberikan makanan yang kalian miliki.
Sayang dan sangat disesalkan, bila di antara kita masih ada yang berpikiran kalau bersedekah itu hanya akan mengurangi harta. Semoga orang yang mempunyai pikiran seperti itu cepat diberikan petunjuk, Aamiin.
Asalkan kalian tahu saja, kalau sedekah itu adalah pintu rezeqi yang tidak ada duanya, kalau kita rajin buka alqur’an, kita akan menemukan puluhan ayat yang menjelaskan keutamaan dan balasan dari bersedekah, dan  asal kalian tahu juga, banyak sekali orang yang kekayaanya melejit karena selalu melaksanakan sedekah, makanya tidak ada alasan bagi kalian untuk tidak bersedekah.
Saudaraku seiman dan seperjuangan, apasih sedekah itu? menurut imam Al-Ashafani “ sedekah adalah apa yang dikeluarkan oleh seorang insan dari hartanya unutk mendekatkan diri kepada Allah” sedangkan menurut Syaikh al-Faqih Muhammad Bin Shalih Al-Utsmani “ dinamakan sedekah karena dengan sedekah menunjukan kejujuran orang yang memberinya. Harta itu disenangi oleh jiwa, apabila engkau menyedekahkan apa yang engkau senangi, maka itu sebagai dalil bahwa engkau jujur dan tulus dalam melakukanya”.
Di dalam al-qur’an, banyak sekali ayat yang memberikan warning untuk secepatnya mengeluarkan sedekah (lebih-lebih sedekah yang sunnah, karena yang wajib bagaimanapun dan apapun alasanya WAJIB untuk di bayarkan). Semisal pada surat al baqoroh ayat yang ke 254, yang artinya “ hai orang-orang yang beriman, belanjahkanlah sebagian dari rizki yang kami berikan kepadamu,sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi sayafa’at, dan orang-orang kafir itulah orang yang dzalim”.
Ayat di atas jelas, sebelum kiamat datang, kalian harus cepat-cepat mengeluarkan harta kalian untuk dibelanjahkan di jalan Allah, lagian nanti pada hari itu kaki manusia tidak bakal dapat berpindah kemana-mana sebelum di tanyak lima perkara, dan dari kelima perkara tersebut, pertanyaan yang paling rinci adalah tentang harta. “Dari mana harta itu kalian dapatkan ? Dan kemana harta itu kalian belanjahkan ?”
Jangan sampai dari kalian menjawab “ harta itu kami dapatkan dari korupsi, nipu, nilep, dan lain sebagainya”. Bahaya kalau kalian jawab pertanyaan yang pertama seperti itu. Jangan sampai jawab pula pertanyaan yang kedua “ kami membelanjakan harta kami ke diskotik, bar-bar, dan tempat-tempat yang mendatangkan kesenangan semu (kemaksiatan)” Semoga kita terhindar dari golongan yang seperti itu.
Saudara sidang pembaca yang di rahmati Allah, dalam surat Attaubah ayat 35 di jelaskan kalau orang yang tidak mau mengeluarkan hartanya di jalan Allah, nanti harta tersebut akan di lebur dan kalian akan di masukan ke leburan harta kalian itu. Bahkan di hadist nabi harta kalian akan menyetrika jidat dan punggung kalian selama satu hari yang pada saat itu sama dengan 50.000 tahun, Naudzubillah.
Bahkan Nabi bersabda barang siapa yang menyimpan harta dan tidak mensedekah-kannya nanti di hari pembalasan harta itu akan menjadi ulah besar yang memiliki dua taring dan berkepala botak akan melilit di leher kalian, dan yang pasti bikin kalaina ngeri, ular itu akan berbicara, aku ini hartamu, aku ini simpananmu. 
Lalu apa keutamaan dari sedekah itu? Pertama, orang yang bersedekah hartanya tidak akan berkurang. Hanya orang yang kikir dan takut kehilangan harta yang mengatakan sedekah itu megurangi harta. Sebagaimana sabda nabi berikut “ Tidaklah sedekah itu mengurangi harta,  dan tidaklah Allah menembahi rasa maaf kecuali bertambah mulia, dan tidaklah seorang hamba rendah hati kepada Allah kecuali Allah akan angkat derajatnya” HR. Muslim (2588). Firman Allah dalam Al-qur’an surat Al-Anfal ayat ke 60 “ apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya Allah akan membalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan karena pemberian nafka tersebut
Kedua, harta yang disedekahkan akan diganti dengan yang lebih baik. Kisah dari Ummul Mu’minin Aisyah Ra, pada bagian awal tulisan ini suda jelas bahwa apa yang kalian sedekahkan akan diganti berlipat-lipat lebih baik, entah itu berupa dzatnya, ataupun sifatnya. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqoroh ayat 265 “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjahkan hartanya di jalan Allah adalah serupah dengan sebutur benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan ganjaran bagi orang-orang yang di kehendaki, dan Allah maha luas dan maha mengetahui
Ibnul Qoyyim Al Jauzi memberikan komentar seputar ayat ini “ayat ini seolah-olah bagaikan penjelas tentang ukuran pelipatan pahala yang disiapkan bagi orang-orang yang suka berinfaqdan bersedekah, Allah membuat permisalan seperti ini agar tergambar dalam pikiran manusia
Ketiga, bagi kalian yang suka bersedekah, Allah akan memberikan kemudahan kepada kalian atas masalah-masalah yang menganggu pikiran kalian. Al-Jauzi mengatakan “sebenarnya pada sedekah terdapat pengaruh yang sangat menakjubkan dalam menolak berbagai musibah, sekalipun sedekah itu dari orang yang fajir dan dholim. Sesungguhnya Allah akan menolak berbagai musibah karena sebab sedekah, dan perkara ini suda maklim pada kebanyakan manusia , bahkan boleh di kata penduduk bumi mengakui hal itu, karena mereka sudah membuktikanya”
Keempat, ini adalah sabda Nabi, mohon di cermati “ bukankah kalian ditolong dan diberi rizqi melainkan sebab orang-orang lemah di antara kalian ?” Sudakah kalian menemukan ma’na hadist tersebut ?.... kalau belum kita cari tau bareng-bareng. Jadi di dalam hadist itu terdapat kalimat “sebab orang-orang lemah di antara kalian” maksudnya gini, orang-orang yang fakir, dlu’afa dan masakiin yang ada di sekitar kita bila kita memberikan bantuan atau sedekah kepada mereka, maka mereka akan mendo’akan kita, dan do’a orang-orang masakiin itu mustajab.
Masih banyak sebenarnya manfaat dari sedekah dan masih banyak juga bahaya dari pada sifat pelit atau kikir, oleh karena itu, kita tingkatkan sedekah kita, jangan tungguh punya harta banyak baru mau bersedekah. Nabi bersabda “ waktu yang terbaik untuk sedekah adalah ketika kalian takut miskin karena sedekah menginginkan kaya”. Jadi intinya sedekah dulu kalau pengen kaya. Walaupun sedekah kita tidak didasarkan semata-mata untuk mendapatkan balasan yang lebih dari Allah SWT, apalagi ada unsure riya’ dalam sedekah kita. Hal yang demikian sungguh akan menghapus pahala dan kebajikan dari sedekah itu sendiri. Sebagaimana firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.“ (Al Baqarah:264)
 
Sumber : http://solokuro.blogspot.com/2012/08/jangan-takut-miskin-karena-sedekah.html

Ketika Anak Muda Peduli Sesama

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Dan akan semakin baik pula jika kita menyempurnakan ibadah dengan melakukan kegiatan positif. Banyak kegiatan positif yang bisa kamu lakukan, seperti mengaji, shalat sunah, dan tentu saja bersedekah. Bersedekah atau berbagi pada sesama yang membutuhkan itu indah.
Lihat saja apa yang dilakukan anak muda yang tergabung dalam komunitas Muda Berbagi. Komunitas yang dibentuk sejak Januari 2013 ini merupakan gerakan anak-anak muda Semarang dengan kegiatan berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. Meski belum lama terbentuk, anggota komunitas ini sudah memiliki sekitar 30 anak muda.
Kisando Husain, salah seorang pengurus Muda Berbagi bercerita, awalnya para anggota komunitas ini adalah sekumpulan anak muda yang doyan kumpul bareng.
”Terus, lama-lama kami berpikir, kalau cuma nongkrong kok kurang bermanfaat. Lalu ada ide pengin berbuat sesuatu yang baik, seperti berbagi sama para duafa. Akhirnya terbentuklah komunitas ini,” tutur cowok berkacamata ini.
Dia yang akrab disapa Sando, itu mengatakan bahwa anak muda bisa berbagi sejak dini. Sebagian anak muda ragu untuk berbagi, karena merasa serba terbatas. Ya, terbatas secara ekonomi, lantaran masih minta uang jajan pada orang tua, juga terbatas waktu karena kesibukan sekolah.
Kegiatan Rutin
”Padahal yang penting itu peduli. Jika sudah peduli, kita bergerak sama-sama. Uang Rp 5.000 kalau dikumpulkan bareng-bareng bisa jadi banyak, kok, bisa membantu adik-adik di panti asuhan yang kurang beruntung,” lanjut Sando.
Komunitas Muda Berbagi memiliki kegiatan rutin berbagi ke berbagai panti asuhan di Semarang setiap sebulan sekali. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, jauh hari sebelumnya, mereka melakukan survei ke panti tersebut.
Komunitas ini seringkali berbagi sembako, makanan, pakaian, kasur, selimut, alat tulis dan masih banyak lagi. Semuanya sesuai dengan yang kebutuhan adik-adik di panti asuhan.
Pada bulan Ramadan tahun ini, agenda kegiatan Muda Berbagi sangat padat. Agenda rutin seperti kunjungan dan donasi ke panti asuhan tetap berjalan, namun ada agenda tambahan lain seperti berbagi takjil, berbagi makanan untuk pengemis dan tukang becak, serta buka bareng anak-anak yatim piatu.
Nah, buat kamu yang pengin bergabung, kamu bisa membantu menyumbangkan tenaga dan ide kreatif.
”Yang ingin membantu tenaga, bisa menjadi petugas survei ke panti asuhan. Bisa juga membantu membuat ide acara buber yang kreatif,” kata Sandra Sari, salah seorang anggota Muda Berbagi.
Masih kata Sandra, berbagi itu menyenangkan, dan sebenarnya berbagi bukan untuk mereka yang kekurangan saja.
”Berbagi itu untuk diri sendiri. Seperti kata pepatah, siapa menanam dia yang akan menuai. Allah pasti membalas kebaikan kita dengan kebaikan juga,” sambung mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula Semarang itu.
Berbagai kegiatan komunitas ini bisa kamu intip di akun twitter mereka @mudaberbagi_ID atau di blog mereka di mudaberbagiid.blogspot.com. (92)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/07/18/231292/Ketika-Anak-Muda-Peduli-Sesama

Pelontar Sedekah Unik



Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan rahmat, hidayah, nikmat, limpahan rejeki dan perlindungan kepada semua umatNya. Kami sampaikan juga sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi besar dan Rosululloh Muhammad SAW, semua sahabat beliau dan semua khalifahnya yang telah memberikan inspirasi kehidupan kepada kami, khususnya masalah kesederhanaan dan ilmu sedekahnya.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih juga kepada semua Yayasan Sosial yang ada di negeri tercintai ini, terima kasih juga kami sampaikan kepada Bp. Saptuari Sugiharto yang telah menciptakan #SedekahRombongan sehingga kami disini akan mencoba mengikuti jejak-jejak daripada apa yang telah dilakukan oleh #Sedekah Rombongan tersebut. Terima kasih juga kami ucapkan kepada sobat-sobat sedekah-unik dimanapun Anda berada semoga selalu diberikan sensasi keunikan dari keajaiban sedekahnya.
Blog sedekah-unik tercipta dari kebiasaan sedekah pribadi, keluarga dan sedekah bareng-bareng dengan teman-teman sekantor serta inspirasi dari yayasan-yayasan sosial dan #SedekahRombongan yang bertujuan untuk memberikan bantuan atau meringankan beban serta memberikan pertolongan kepada semua masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan dan tidak terdeteksi oleh radar para dermawan dan pemerintah. Blog sedekah-unik akan mencoba melakukan apa yang belum bisa dilakukan oleh Yayasan Sosial dan Pemerintah untuk menyalurkan sedekah-sedekah Anda kepada orang-orang yang tepat dan berhak mendapatkannya, sehingga di harapkan bisa membantu meringankan bebannya dan tepat target sasarannya pada orang-orang yang sangat membutuhkan.
Perlu diketahui oleh sobat-sobat sedekah-unik yang penuh sensasi, masih banyak orang-orang yang berada pada stadium kritis yang sangat membutukan bantuan dari sobat-sobat sedekah-unik di seantero Nusantara ini. Hal ini membuktikan bahwa masih sangat, sangat dan sangat banyak kesempatan kita untuk memberikan bantuan sedekah kepada mereka untuk meringankan beban berat yang selama ini yang mereka rasakan.
Jamkesmas dan Jamkesda yang diciptakan oleh Pemerintah ternyata belum mampu menyentuh atau menangani semua masyarakat Indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan yang kondisinya pada stadium kritis. Dengan hal ini mari kita semua bersama sobat-sobat sedekah-unik bergerak dan peduli pada kondisi serta keadaan masyarakat di sekitar dan suluruh masyarakat Indonesia. Mari kita berbesar hati dan bermurah hati serta membangunkan hati nurani kita untuk memberikan sedikit dari penghasilan kita untuk memberikan sambungan nafas dengan bantuan nafas agar mereka bisa bernafas lega dan kembali sehat.
Belajar dari pengalaman pribadi dalam hal bersedekah, kita semua sama-sama sudah tahu “bilamana kita sedekahkan sebagian harta milik kita, maka akan dibalasNya berlipat ganda dengan beribu-ribu kali lipat”. Coba kurang apa lagi sobat sedekah-unik? Tuhan Maha Kuasa, Allah SWT tak akan ingkar janji dengan semua firman-firmannya. Sedekah dengan cara yang unik maka akan mendapatkan sensasi yang unik juga dari keajaiban sedekah itu sendiri. Pingin tahu rasakan sensasi uniknya? Monggo, silakan bergabung dan salurkan sedekah Anda di sedekah-unik.blogspot.com.
Sobat sedekah-unik mari kita bergerak, mulai bergerak dari diri kita sendiri, keluarga, tetangga, warga sekitar rumah dan semua teman-teman serta semua orang-orang yang bertemu dengan kita. Sungguh luar biasa jika Anda semuanya peduli dan mau memberikan kabar tentang sedekah, cerita pengalaman sedekah, menularkan virus sedekah dan mengajak banyak orang untuk bersedekah sehingga kita bisa sukseskan tahun ini menjadi Tahun Sedekah.
Demikianlah beberapa patah kata dari kami, apabila ada kata-kata yang kurang benar mohon untuk disempurnakan dan apabila ada kata-kata yang salah mohon untuk dibetulkan. Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih kepada semuanya yang telah berkunjung, bergabung dan berpartisipasi diblog ini. Semoga sedekah sobat di sedekah-unik ini, bisa membawa Anda dalam kehidupan yang penuh sensasi keajaiban sedekah yang unik.
Selamat bersedekah dengan cara yang UNIK
 
Sumber : http://sedekah-unik.blogspot.com/2012/06/pelontar-sedekah-unik.html

Teman Kecil Sebut Rudi Rubiandini Rajin Bersedekah

Teman Kecil Sebut Rudi Rubiandini Rajin Bersedekah
TEMPO.CO, Tasikmalaya - Teman semasa sekolah dasar Ketua SKK Minyak dan Gas Rudi Rubiandini mengaku kaget atas penangkapan Rudi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya terkejut mendengar berita itu," kata Euis Cucu Sudarsih, teman sekolah dasar Rudi Rubiandini, di Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kota Tasikmalaya, Rabu, 14 Agustus 2014.

Menurut dia, Rudi suka membantu teman. "Banyak sedekahnya, ke tetangga, ke masjid," kata Euis. "Meski sudah jadi pejabat, dia masih ingat teman kalau pulang ke Tasik."

Seingat Euis, ia dan Rudi masuk sekolah dasar pada 1969. Mereka sekolah di SD Cieunteung 2. Setelah lulus SD, Rudi melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 2 Tasikmalaya. "Di SD, dia tidak masuk ranking, belum berprestasi," ucapnya.

Rudi mulai menunjukkan prestasi, kata Euis, saat masuk di SMA Negeri 2 Tasikmalaya. "Dia lulus ujian masuk perguruan tinggi (UMPTN) di Institut Teknologi Bandung," kata dia.

Tetangga rumah ibunda Rudi yang juga sebagai ketua RT, Ade Sudirman, menambahkan, setelah kuliah di ITB, Rudi mendapatkan beasiswa studi ke Jerman. "Tidak sembarang orang mendapatkannya," kata dia.

Sependapat dengan Euis, Ade menyebut Rudi sebagai pribadi yang baik. "Jiwa sosialnya bagus," ujarnya

Di mata Ade, meski sudah menjadi pejabat, Rudi tak sungkan bergaul dengan orang kecil. "Ia membaur dengan tukang becak. Bahkan dia tidak pilih-pilih makanan," kata Ade. "Saya pernah bersamanya membeli bakso keliling, harganya murah."

Ade mengatakan, Rudi merupakan putra keempat dari enam bersaudara, pasangan mendiang H Mahmud dan Hj Momoh. Mendiang ayahnya dulu berprofesi sebagai mantri kesehatan di puskesmas. Sedangkan ibundanya hanya ibu rumah tangga. "Ayahnya lama bertugas di Puskesmas Cipatujah," kata dia.


Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/08/14/063504291/Teman-Kecil-Sebut-Rudi-Rubiandini-Rajin-Bersedekah

Menyelamatkan Perkawinan dengan Sedekah

Ada kisah tentang seorang istri yang suaminya akan menikah lagi. Ini tergantung dari mana memandangnya. Bisa jadi bala bisa jadi enggak. Kita belajar, kalau memang ini masalah , lapor sama Allah. Iya kan? Ibu lapor sama Allah,”Ya Allah, suami saya kok jadi begini. Dulu waktu susah bareng-bareng. Begitu sudah senang, dia mau nikah lagi.” Ibu lapor lagi sama Allah! Kita suadah belajar,tuh mengadu pertama lewat apa? Doa, Bangun malam. Ibu bangun malam, minta doa sama Allah.”Ya Allah, kalau dia ingin menikah lagi berarti itu kehendakMu ya Allah. Kalau memang benar, pernikahan kedua nanti baik buat dia, baik buat saya, dan baik juga buat anak-anak kami, Saya ikhlas ya Allah. Tapi apa iya?”

     Setelah kita ikhlaskan, memang sudah kehendak Allah, biarkan itu terjadi. Kita tutup dengan sedekah,tuh ,doa.Lalu ibu jalan ke anak yatim. Kita sudah tahu hadisnya,“Barang siapa yang bikin anak yatim senang, maka akan disenangi oleh Allahyang telah menciptakan Muhammad dan seluruh nafasnya. Kemudian, usaplah kepalanya.…” Kata Rasul juga,”Kalian akan mendapatkan kebaikan sebanyak rambut yang tumbuh diatas kepala anak yatim.”. Usaplah kepala anak yatim dan bilang sama dia,”Doain ibu,ya! Ibu lagi sedih.  Suami ibu mau kawin lagi! Doain supaya suami ibu gak jadi kawin.” Kalau anak yatim itu mengangguk, tujuh lapis langit terbuka. Doanya naik ke Arsy-Nya Allah, suami gak akan kawin lagi.
Sayangnya sang suami juga sudah tahu nih,oh….begitu caranya, Ustadz! Dia juga jalan ke anak yatim. Anak yatim itu dia usap juga kepalanya,”Doain bapak ya, bapak ingin kawin lagi nih. Mudah-mudahan Allah mengizinkan dan istri bapak juga mengizinkan bapak kawin lagi.” Nah,saling beradu deh, yang mana paling besar. Tapi Subhanallah, walaupun kesannya bercanda tapi itulah hakikat sedekah.
Kalau rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah di awal-awal pernikahan dan dia sudah jadi orang yang ahli sedekah, Insya Allah, ketika rumah tangga dihajar badai, sedekah ini akan bekerja buat rumah tangganya.
     Maka kalau ada yang berkata dan mengomel,”Saya sudah bersedekah kok!” Iya tapi sudah enggak keburu tuh, karena bala sudah jauh benar larinya. Tapi kalau kita mulai dari sekarang bersedekah, begitu bala datang kita sudah jauh enggak bakalan kekejar! Kita yakin bahwa sedekah sungguh-sungguh akan menyelamatkan kita.
Kisah diatas diambil dari buku Kun Fayakuun 2, Ustad Yusuf Mansur.
Semoga bermanfaat…

Sumber : http://ratihwi.wordpress.com/2012/01/17/menyelamatkan-perkawinan-dengan-sedekah/

Tuhan Terimakasih Engkau Mempertemukanku Dengan Sedekah Rombongan

Hari ini, senin 12 November, tanpa sengaja saya terdampar di blognya mas Saptuari@Saptuari. Dan dari situ saya mendarat di website Sedekah Rombongan @SRbergerak. Dua nama ini sangat akrab bagi saya akhir - akhirnya melalui twitter, tapi saya belum tertarik mengenalnya lebih jauh.

Namun, dikala kebosanan menghampiri, jodoh mempertemukan saya siang ini melalui browsing via PC di kantor. Semakin saya membaca isinya, semakin saya terhanyut dibawanya. 

Mulia sekali hati para hamba - hamba Tuhan ini menolong sesama yang tidak berdaya di sekitar kita. Tidak ada yang menggaji mereka, tidak ada yang memberi mereka penghargaan nobel (saat ini) tapi mereka sangat yakin bahwa ini urusannya langsung dengan Tuhan. 

Mungkin inilah yang saya cari-cari selama ini. Di tengah nikmatnya berkah yang Tuhan telah berikan bagi saya, terkadang hati ini kosong dan hampa. Memang, tangan ini membantu sesama, tapi lebih tepatnya saudara sekandung. Mungkin ini belumnya layak disebut bersedekah. Karena yang namanya menolong saudara sekandung, orangtua dan sanak famili lainnya adalah kewajiban. 

Namun, pernahkah engkau bersedekah kepada orang yang tidak ada hubungan darah denganmu? Pertanyaan ini saya tujukan kepada diri saya sendiri.

Melalui sedekah rombongan ini, pertanyaan diatas terjawab. BELUM, SAYA BELUM PERNAH BERSEDEKAH KEPADA ORANG LAIN. Saya tulis huruf besar semua. Hati saya membuncah, bergejolak, berontak, betapa egoisnya saya Tuhan.

Sedekah rombongan itu apa? Sederhana saja, sedekah yang dikumpulkan bareng-bareng, se sen demi se sen, dan menjadi banyak. Tidak ditetapkan batasan, silakan mau berapa pun seiklasnya. Dan dari pemberian satu orang hingga banyak orang telah membantu banyak orang yang memerlukannya. Kaum duafa, anak yatim piatu, mereka yang tidak punya uang sepeser pun untuk berobat boro - boro makan saja susah. 

Semoga ke depannya saya bisa terus menjalankan nazar saya untuk memberi sedekah. Amin.

Bagi teman - teman yang ingin memberi sedekah, tapi tidak tau mau berikan kemana, silakan ikutan Sedekah Rombongan berikut: 

@SRbergerak: #TiketSurga -mu
Rekening: MANDIRI 1370011100118 a/n #SedekahRombongan | BCA (Khusus #SR) 456-492-1400 a/n @Saptuari Sugiharto


Semoga amal dan ibadah kita diterima disisi Tuhan, berkah melimpah, diridhoi usaha tangan kita. Dimudahkan rejeki, dimudahkan jodoh bagi yang sedang mencari jodoh, disegerakan dipercayakan membesarkan titipanNya bagi yang sedang menantikan kehadiran si buah hati, dimudahkan mendapatkan pekerjaan bagi yang sedangkan mencari pekerjaan. Dikuatkan imannya bagi yang sedang menghadapi pencobaan.
Kita ini adalah milikNya, seberapa keraspun kita berusaha, jika tidak diridhoiNya adalah sia-sia. 

Tuhan terimakasih atas hari yang indah ini. Engkau telah mengingatkanku.
Powered by Telkomsel BlackBerry®


Sumber : http://rikapoerba.blogspot.com/2012/11/tuhan-terimakasih-engkau.html

Beautiful, Lama nggak hamil lalu sedekah. Alhamdulillah, setelah sedekah, suami di PHK !

18 Mar

Oleh: Ust. Yusuf Mansyur
3 sahabat
Salah satu kisah menarik yang ada di pekan ini, berkaitan dengan kisah seorang ibu yang hamil. Lama sekali beliau nggak hamil-hamil. Hingga kemudian tertarik untuk sedekah. Alhamdulillah, setelah sedekah, suaminya dipecat dari pekerjaannya.
Sampai di sini, nggak ada yang mau sedekah. Masak sedekah terus jadi susah? Sedekah kok kemudian dipecat dari pekerjaan? Nggak lucu dong. Tapi kisah sedekah emang nggak bisa ditebak.
Nggak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Tidak sedikit yang mengalami dulu suka duka, lika liku. Baru kemudian dia sampai kepada apa yang dijanjikan Allah untuk mereka yang bersedekah.
Rupanya, sebab dipecat, karena suaminya ini banyak di rumah. Karena banyak di rumah, ‘jadi’ itu anak. Istrinya hamil. Setahun kemudian, suami-istri ini sudah menimang bayi. Subhanallah. Bertanyalah kita, lalu bagaimana dengan pekerjaan suaminya? Bagaimana dengan kehidupannya? Tentu akan berat nantinya.
Ini dia. Kita ini suka mendramatisasi keadaan. Suka sekali berpikir buruk, jelek, sempit. Bahkan tidak sedikit buruk sangka sama Allah, juga sama ustaznya.
Tidak sedikit juga yang merasa kapok dengan sedekah. Malas, karena tak kunjung ada hasilnya. Bila tidak berhasil, maka dikatakan, makanya jangan ngarepin balesan.
Masak sama Allah nggak boleh berharap balasan? Sama Allah itu namanya doa. Dan ini adalah tambahan amal saleh yang namanya sedekah. Harusnya dikatakan kepada mereka yang bersedekah, mbok yang sabar.
insya Allah Janji Allah pasti akan datang. Innahuu laa yukhliful mii’aad, Allah nggak bakal ingkar janji. Allah aja sabar nunggu kita bertaubat, beramal. Masak kita nggak sabar menunggu Janji Allah datang?
Ketika Allah Berkehendak sama suami ini, dengan dibuat-Nya berhenti bekerja. Tentu Allah Yang Maha Tahu keadaan hamba-Nya. Suami ini bercerita, relatif nggak masalah dengan berhentinya dia dari pekerjaan.
Dia masih bisa hidup dan menghidupi istrinya, serta orang tua yang ikut dengan mereka. Ini melalui wasilah pesangon dan tabungannya selama ini.
Mereka berbaik sangka bahwa Allah sedang ‘merumahkan’ dia agar bisa banyak bersama istri, dan memprogram kehamilan. Seraya berdoa bareng, dhuha bareng, tahajud bareng.
“Beautiful,” kata mereka. Amazing! Sesuatu yang jarang sekali mereka lakukan ketika suami ini bekerja. Masya Allah. Suami-istri ini bisa sahur bareng dan buka puasa bareng. Subhanallah. Maha Suci Allah Yang Mengatur Segalanya. Dan finally, istrinya ini hamil. Alhamdulillah.
Terus bagaimana pekerjaannya? Sang suami dikembalikan pekerjaannya oleh Allah, di tempat yang berbeda. Dan dia bersama istrinya, menikmati buah dari sedekah dan keyakinannya. Sungguh Allah Maha Benar Perkataan-Nya.
Sumber : Republika. Foto : Kompas

Blackberry Dari Sedekah


Assalamualaikum wr wb
Gais, kali ini ijinkan saya share tentang pengalaman real saya seputar sedekah.  Insya Allah bukan maksud riya dan sejenisnya, asli bukan, semoga Allah menjauhkan dari itu, aamiin. Tujuan saya cuma pengen nunjukkin secara real bahwa keajaiban sedekah itu emang ada, dan semoga bisa membuka pikiran dan hati kawan-kawan semua (barangkali ada yang belum terbuka) untuk sedekah bareng-bareng.

Mukadimah
Saya kenal ilmu sedekah kira-kira dipenghujung SMA dulu, saat bulan ramadhan tepatnya. Ada salah satu acara tv sejenis talkshow yang di bintangi oleh ustadz kondang yang saat itu saya belum begitu mengenal beliau, namanya Yusuf Mansur (YM). Materi yang diberikan begitu ringan, santai, mudah diterima, atas dasar yang kuat, dan yang pasti enggak garing. Saya mulai tertarik karena pembawaan beliau begitu khas dengan logat betawi asli. Kadang-kadang saya jadi ikut-ikutan logat beliau, hhe.

Tiap hari sebisa mungkin nggak saya lewatkan menyimak acara beliau. Satu hal yang saya dapatkan dari beliau saat itu bahwa beliau terkesan mewajibkan jamaahnya untuk bersedekah dengan penjelasan panjang dan lebar, maklum YM disandangi gelar ustadz sedekah. Selanjutnya saya pengen mempraktikkan ajakan beliau.

Entahlah setelah  beberapa kali saya sedekah seringnya kemudian saya mendapatkan imbalan yang jumlahnya sama persis dengan yang saya keluarkan. Kadang-kadang justru secara materi saya nggak dapet, tapi Allah membalas lewat bapak atau ibuk saya. ya sertifikasinya turunlah, panennya lakulah, padahal tentang panen nih ya, kawan-kawannya bapak banyak yang gagal panen, nggak laku, dan sejenisnya. Kadang-kadang juga secara materi baik dari aku maupun bapak ibuk nggak dapet, tapi aku ngerasa Allah kasih lewat ketentraman hati, keluarga harmonis, rukun, yah semua hal yang nggak bisa terungkapkan disini. Intinya sedekah itu pasti berbuah hasil.

Case
Nah, suatu ketika timbul keinginan dalam hati saya untuk punya hp. Saat itu hp saya series nokia 3120classic, saya doa nih ya sama genjotin sedekahnya, Alhamdulillah hape saya rusak dan emang nggak bisa dipake lagi, in memoriam ceritanya. Batin saya sih, wuih ini dia kayanya jalan Allah bakal ngganti hape saya. dan Alhamdulillah pangkat hape saya turun jadi series cross C1, hape paling murah saat itu. berharap ganti hape ehh Allah justru kasihnya hape yang begituan. Ya syukuri ajalah.

Batin-batin, ternyata enakan hape saya yang dulu ya, dengan perbandingan ini dan ini. Wuah saya kurang bersyukur kayanya pas pegang hape yang dulu. Tapi yah sudahlah ini pasti yang terbaik. Pas baca-baca Koran, liat iklan hape, wuah saya saat itu pengeen banget hape nokia asha, lumia, terus pindah jadi pengen sony experia, tiap liat iklannya saya shalawatin dah sambil doa. Teruuuusss begitu. Lamaa nih kok belum berbuah juga ya pikirku, udah berbulan-bulan itu, dan akhirnya saya sedikit lupa.

Penguat saya pengen punya hape baru, hape yang smart adalah, saat itu saya sama bapak ke jogja rencana mau beli kamera pocket, mau dibawa ibuk plesir ke bali. Eehhh kok ya pake acara nyasar segala, sedikit nggak nyaman sih suasana saat itu, batin-batin enakan kali ya punya hape yang bisa buat gps-an, pasti nggak bakal pake acara nyasar begini.

Keinginan itu aku sampaikan ke Allah, dengan waktu aku berproses menyempurnakan doaku, kurang lebih kayak gini,
“yaa Allah hamba pengeen deh punya hape baru, sony experia, atau nokia lumia, atau sejenisnyalah yang bisa buat gps-an, biar hamba nggak nyasar lagi, kasian orang tua ya Allah. Tapi jika dengan punya hape baru justru membawa keburukan bagi hamba, hamba hanya bisa berdoa, semoga hamba dan keluarga nggak nyasar lagi meski nggak pake gps, aamiin”

Simple, gitu aja. Dan lagi-lagi waktu menguji kesabaranku. Karena tak kunjung datang, maka aku memutuskan untuk menabung. Menyisihkan sebagian uang untuk beli hape. Ini adalah keputusan yang tidak terlalu pintar (untuk tidak mengatakan bodoh) yang saya ambil. Secara intrinsik saya kayak nggak percaya bahwa Allah bakal kasih saya hape. Saya terkesan mulai meragukan kemampuan Allah, yaa nggak sih?

Hingga akhirnya, belum sempet saya menabung, Allah jawab doa saya. saat itu kakak saya sama suaminya pulkam ke rumah, menjelang hari-hari terakhirnya dirumah, kakak ipar saya bilang,
‘ti, mau make ini nggak?’ serunya sambil menyodorkan sebuah bb.
Aku hanya tercengang diam, kaya nggak percaya aja.
‘mau nggak? Tak hitung sampe tiga nih ya, satuu… duaaa…
‘weh apa-apaan nih?’ seruku bingung
Mbakku kemudian angkat bicara.
‘itu hadiah buat kamu, karena kamu udah berhasil merubah sikapmu, pokoknya pesen mbak, jaga ip nya, cumlaude, blablablaaa…
Mataku sontak berkaca-kaca. Ah masak iya sih aku dikasih bb???
Alhamdulillah yaa Allah, penantian dan doa doaku akhirnya terjawab sudah. Meski aku sebenernya nggak menginginkan bb tapi Alhamdulillah fasilitas yang ada di bb persis kaya yang aku pengen. Aku berterimakasih kepada Allah.
...

Review dikit sedekah apa yang bisa nganterin aku dapet bb ???
Tapi bentar tak jelasin dikit tentang bb-nya, bb ini tipenya BB Torch 9800, kalo baru harganya diatas 2/3jtaan, karena ini habis dipake kakakku ya sebutlah second harga kisaran 1,8jt. Dapet duit segitu aku sedekah berapa emang?

Tapi saya katakan lagi yaa, ini saya nggak ada maksud riya sama sekali insya Allah, Cuma pengen buktiin apa yang dijanjikan Allah, apa yang digembor-gemborkan sama ustadz YM tentang keajaiban sedekah, emang bener-bener real ada, bismillah.

Ramadhan tahun ini, saya isi dengan sedekah ya kurang lebih ada 1jt. Itu duit asalnya dari macem-macem. Yang menarik 500-nya aku temukan nggak sengaja ditempat penyimpanan barang-barangku, ini kayanya uang sisa keperluan pas ndaftar-ndaftar ptn dulu deh, dan seingetku dulu aku sempet bilang, ‘duit ini emang nggak aku tabung, semoga ketika aku nemuin besok aku pas lagi butuh’ dan aku pas nemu itu duit, aku emang baru ada hajat banyak, pengen punya hape baru, pengen ngumrohin ibuk, dll.

Hingga duit yang kutotal 1jt itu aku salurkan di macem-macem juga. Setau saya, sedekah paling baik adalah di bulan ramadhan, jadi ya emang aku manfaatin betul buat ibadah. Selang beberapa waktu setelah idul fitri barulah kesampean aku dapet tuh hape.

Keluar 1jt dapet 1,8jt + fitrah dari keluarga karena udah gede dapetnya yah 300rbuan gitu, hhe
Jadi matematisnya 1 jt = 1,8 + 3 = 2,1jt

Tuh kan dua kali lipatnya?? Dan yang pasti kemudahan lain yang enggak ternilai dengan rupiah. Kuncinya adalah kamu yakin aja Allah bakal memberikan ganti yang berlipat ganda. Orang udah pasti disebutin dalam Al-Quran juga kok. Tambahan lagi, sedekah nggak hanya diwaktu lapang namun juga diwaktu sempit, wuah cakep nih patut dicoba.

Gimana sudah mulai terbuka dengan penjelasan saya, insya Allah ya. Semoga kita tetap senantiasa istiqomah di jalan-Nya. Senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita.  Dijauhkan dari sifat sifat mazmumah, dijauhkan dari godaan syetan yang terkutuk, dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka, menjadi manusia yang beruntung di dunia dan di akhirat, senantiasa mendapat bimbingan Allah SWT. Allohumma aamiin.


Wassalamualaikum wr wb
Sumber : http://jatisetya.blogspot.com/2013/08/blackberry-dari-sedekah.html

Bersedekah Jangan Ragu

"Jika ingin bersedekah atau berbuat baik jangan kita melihat apa yang kita miliki dan bisa kita lakukan. Akan tetapi lihatlah kemahakayaan Allah dan kemahakuasaan Allah yang tidak terbatas. Itulah yang menumbuhkan kesadaran bersedekah dan berbuat baik. Membawa si fakir dan si lemah untuk senantiasa memohon dan membawa si kaya dan yang mampu untuk berbuat."

Kisah Bersedekah Ali bin Abi Thalib

Banyak orang yang bersedekah, tapi beranikah bersedekah dengan nominal yang lebih besar? Pertanyaan ini yang sulit dijawab. Tapi kita perlu belajar juga dari kisah orang-orang yang berani bersedekah dengan nominal yang lebih besar. Salah satunya adalah Ali bin Abi Thalib. Ia memiliki kisah yang menakjubkan saat bersedekah.

Kisah sedekah Ali bin Abi Thalib ini bisa dibaca di dalam kitab al-Mawaaidz al-Ushfuuriyyah. Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad yang mendapat cerita dari ayahnya yang mendengar dari kakeknya mengenai perilaku Ali.

Suatu hari setelah pulang dari rumah Rasulullah, Ali melihat Fatimah sedang berdiri di teras rumah.

“Hai isteriku, apakah ada makanan hari ini untuk suamimu?” tanya Ali.

“Demi Allah, aku tak memiliki apa-apa kecuali uang enam dirham, hasil upah memintal bulu-bulu domba milik Salman al-Farisi. Dan aku berencana ingin membelikan makanan untuk Hasan dan Husain.”

“Biar aku saja yang membelikannya. Berikan uangnya kepadaku!”

Fatimah pun memberikan uang tersebut.

Ali pun bergegas pergi membeli makanan untuk kedua anaknya. Di tengah jalan, ia ketemu dengan seorang laki-laki yang berkata, “Siapa yang mau meminjami Tuhan Yang Maha Pengasih dan Yang Selalu Menepati Janji.”

Ali pun memberikan uang enam dirham tersebut kepadanya. Kemudian pulang ke rumahnya dengan tangan kosong. Fatimah yang melihat Ali pulang dengan tangan hampa langsung menangis.

“Mengapa kamu menangis?”

“Kenapa kamu pulang tanpa membawa sesuatu? Ke mana uang yang enam dirham tadi?”

“Isteriku yang mulia, aku telah meminjamkannya kepada Allah.”

Mendengar jawaban Ali, Fatimah berhenti menangis dan gembira. “Sungguh! Aku mendukung tindakannmu!”

Lalu Ali pun keluar rumah karena ingin bertemu Rasulullah SAW. Di tengah jalan, ia disapa seorang laki-laki, “Hai Abu Hasan, maukah kau beli untaku?”

“Aku tak punya uang,” kata Ali

“Bayarnya belakangan saja.”

“Berapa?”

“Seratus dirham.”

“Baik. Kalau begitu aku beli.”

Setelah diberikan untanya kepada Ali, dan Ali pun ingin kembali pulang meletakkan untanya di sekitar ruamhnya. Di tengah perjalanan, ia disapa seorang laki-laki.

“Hai Abu Hasan, apakah unta tersebut akan kau jual?”

“Ya.”

“Berapa?”

“Tiga ratus dirham.”

“Ya, aku beli.”

Lalu orang tersebut membayarnya dengan kontan 300 dirham dan mengambil unta tersebut.

Ali pun bergegas pulang ke rumahnya. Fatima tersenyum melihat wajah Ali yang sumringah.

“Kelihatan begitu gembira, apa yang terjadi, suamiku?”

“Isteriku yang mulia, kubeli unta dengan bayar tempo seharga 100 dirham. Lalu kujual lagi 300 dirham dengan kontan.”

“Aku setuju.”

Setelah berdialog di rumahnya, Ali pamit kepada Fatimah mau menemui Rasulullah SAW di mesjid. Ketika masuk masjid, Nabi SAW tersenyum melihatnya.

“Hai Abu Hasan! Akan kau yang lebih dahulu cerita ataukah aku terlebih dahulu?”

“Anda saja yang cerita, ya Rasul,” jawab Ali.

“Tahukah kamu siapa yang menjual unta kepadamu dan siapa yang membelinya kembali?”

“Tidak. Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

“Berbahagialah Ali. Kamu telah meminjamkan enam dirham kepada Allah. Dan Allah memberimu 300 dirham. Tiap satu dirham mendapat ganti 50 dirham. Yang pertama datang kepadamu adalah Jibril dan yang terakhir datang adalah Mikail.”

Subhanallah.......

 
 
Copyright © 2014 KANG LINTAS. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas