Sabtu, 31 Desember 2011

Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000

Uang Rp 1000 & Rp 100.000 sama-sama terbuat dr kertas. Sama-sama dicetak & diedarkan oleh & dari Bank Indonesia..
Pada saat bersamaan, mereka keluar & berpisah dr Bank. Lalu beredar dimasyarakat.

Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tdk sengaja di dlm dompet seorang Pemuda.
Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan..

Uang Rp 100.000 bertanya kepada Uang Rp 1000;

"Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor & bau amis..?"

dijawablah olehnya:
" Krn aku begitu keluar dari Bank, langsung ditangan orang-orang Bawahan, dari Sopir Angkutan Umum, Pedagang Pasar, Buruh Kasar, dan tak jarang ditangan Pengemis"

Lalu Rp.1000 bertanya balik pada Rp100.000; "Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?"

dijawabnya;
"Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan Cantik. Dan beredarnya pun di restauran Mahal, di Mall dan juga Hotel-hotel berbintang. Serta keberadaanku selalu di jaga & jarang keluar dari dompet"

Lalu Rp 1000 bertanya lagi;
"Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?

Dijawablah...
"Belum pernah".

Rp 1000 pun berkata lagi;
"Ketahuilah, Walaupun keadaanku seperti ini adanya. Pada setiap Jum'at dan Minggu, aku selalu mampir di Mesjid2, Gereja, Pura,Vihara & ditangan anak-anak Yatim.

Bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Krn Manusia memandangku bukan karena "Nilai"ku, tapi Mereka lebih memandangku sebagai sebuah "Manfaat".

Akhirnya menangislah uang Rp 100.000 krn selama ini, Ia selalu merasa Besar, Hebat, Tinggi.. Namun,manfaatnya kurang..

Sobat, Dari Cerita Ini Bisa kita petik Hikmah.. Sebuah "Nilai" memang Penting.. Tapi, akan Lebih Penting lagi Bila bisa menjadi suatu "Manfaat"...

Bkn seberapa "Besar" Penghasilan Kita. Tp seberapa "Bermanfaat" Penghasilan Kita itu. Krn Kekayaan Bukanlah unt Kesombongan.

Semoga kita termasuk golongan org2 yg selalu mensyukuri Nikmat dan memberi Manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong.