Anak perempuan itu tumbuh menjadi anak yang pintar, dan bisa menyelesaikan sekolah hingga lulus perguruan tinggi. Ketika si anak pulang setelah menyelesaikan kuliahnya, baru ia tahu kalau ibunya sudah meninggal setahun sebelumnya (ayahnya sudah lebih dulu meninggal). Saat itu juga ia diberitahu oleh tetangganya kalau dirinya bukanlah anak kandung orangtua yang mengasuhnya itu. Betapa sedihnya ia....
Satu hal yang menarik, si anak begitu menyayangi kedua orang tua asuhnya itu dan mensyukuri keadaan dirinya apa adanya. Dalam satu bait puisi yang ia persembahkan untuk sang ibu, ia menulis bait yang sangat menyentuh. Berikut penggalannya:
...................
Aku bersyukur ada engkau (ibu)
Yang menemaniku sepanjang hidupku
Hingga membuatku mampu menjadi diri sendiri
Aku bersyukur,
Aku berterima kasih pada keadaanku ini
Dalam duka dan bahagia, aku tetap bersyukur.
Teman-teman netter,
Rasa syukur itu sangat mahal. Banyak dari kita yang diberi kelebihan namun kurang bersyukur sehingga hidupnya penuh kekecewaan. Bagi saya, manusia yang tidak bisa mensyukuri apa yang didapatnya, ia adalah orang yang miskin. Sebaliknya, manusia yang penuh syukur adalah manusia yang kaya dalam arti yang sebenarnya.
Sampai jumpa. Salam sukses, LUAR BIASA!
Dikutip dari -- Andriewongso.Com
| Ditulis oleh Watari | |
| Bogor, 18 Maret 2010 Jam 7:27:47 |