Peluang Usaha    Hobby    Budaya    Kerajinan    Wisata    Oto    Tekno    Olah Raga    Kuliner    Seleb    Pendidikan    Kesehatan    Seks    Modis    Amatir   

Manfaat Radio Komunikasi

Sedikit corat-ceret buat semua pembaca tentang manfaat radio komunikasi, jika berbicara dengan komunikasi mungkin setiap orang mempunyai persepsi dan tanggapan masing-masing mengenai hal ini, namun saya sedikit berbagi dengan teman-teman pembaca dari sudut pandang pribadi, sebelumnya salam kenal. Pada dasarnya saya sering menggunakan peralatan radio komunikasi untuk dapat memberikan informasi, bertukar informasi yang secara tidak langsung juga dapat menambah persaudaraan/ menambah teman.
seiring dengan pesatnya teknologi saat ini media komunikasi semakin membludak, baik itu dari media masa (cetak) dan media elektronika, seperti televisi dan radio sebagai sarana hiburan dan informasi. singkat cerita dikarenakan hoby dibidang komunikasi dan elektronika menuntun saya untuk ikut bergabung disatu oraganisasi radio antar penduduk indonesia (RAPI)


Kenapa harus bergabung dengan Organisasi RAPI ?

Pertama setiap pengguna frekuensi harus mempunyai izin. baik itu sipengguna perangkat dan perangkat yang digunakan juga harus ada sertifikasinya dimana hal ini sudah merupakan ketetapan yang diberikan pemerintah.


Kedua Dinegara kita ada dua organisasi radio yaitu Orari dan RAPI, pada dasarnya hampir sama hanya di Orari lebih ke teknikal radio sedangkan di rapi lebih mengacu pada aspek sosial, perbedaan yang mencolok di rapi tidak adanya perbedaan status panggilan semuanya sama dari sabang hingga marauke. heee tergantung mau ijin kemana ....?


Ketiga mempunyai kesamaan hoby berkomunikasi dengan teman-teman untuk menambah persaudaraan.

Pengalaman setelah bergabung di RAPI

Untuk pengalaman pribadi saya selama bergabung di organisasi radio antar penduduk indonesia mungkin tidak begitu banyak dibandingkan dengan teman-teman lainnnya,
Kemudahan

kemudahan disini kita dapat memanfaatkan fasilitas radio yang kita gunakan untuk menyampaikan informasi secara cepat tanpa kawatir berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk pulsa, karena pada perangkat komunikasi ini tidak membutuhkan pulsa sebagai koneksinya, pengalaman berpergian keluar kota setiap saya keluar kota saya selalu membawa radio kesayangan saya (HT Handy Transceiver) saya tidak kawatir untuk mencari tempat tujuan saya sekalipun belum pernah ketempat tersebut, saya tinggal menghidupkan HT dan kemudian mencari teman yang sedang berkomunikasi dan memintanya untuk membantu memberikan arah jalan tujuan saya.

Persaudaraan

Perasudaraan, untuk hal ini sudah pasti semua orang membutuhkan teman atau saudara, dengan radio ini saya mempunyai banyak teman-teman yang awalnya saya tidak kenal dengan mereka.

Bantuan

Bantuan, bantuan disini yang biasa saya ikutin dan sering diadakan di RAPI namanya BANKOM (Bantuan Komunikasi) dari bantuan komunikasi mudik lebaran, SAR atau bencana alam dan banyak lagi yang lain, yang secara tidak langsung kita turut serta membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana.. heee mulia kannn kerjaaannn

Dan masih banyak lagi yang lain
Dan masih banyak lagi yang lain dapat dilihat di :
www.rapi-nusantara.net
www.rapi-jambi.co.cc

Modifikasi PSU Komputer, DC 12Volt

Modifikasi Power Supply komputer untuk pengganti adaptor dengan amper besar, Biasanya Adaptor yang mempunyai amper hingga 15amper harganya lumayan mahal, dan pada kesempatan kali ini artikel membahas bagaimana memanfaatkan Power Suplay komputer untuk pengganti adaptor dengan daya yang besar, dan bagai mana memodifikasinya sehingga dapat dipergunakan dengan biaya yang relatif murah, dan pada saat uji coba modifikasi ini hasil modifikasi PSU komputer di uji dengan beban radio ICOM 2100 dengan daya Pancar 50Watt, diuji selama 24Jam dan ternyata Output dan ketahannannya lumayan cukup memuaskan.

Awal ide memodifikasi ini muncul pada saat saya melihat ada power supplay komputer yang tidak dipergunakan dengan merek camerun dengan ketereangan sebagai berikut :
Output DC
1. +5 Volt = 28.0A
2. +3.3Volt = 22.0A
3. +12 Volt = 16.0A
4. -5 Volt = 0.3A
5. -12 Volt = 0.6A

nah dari daftar tegangan dan kuat arus yang diatas kita ambil yang 12voltnya saja untuk yang lain di abaikan saja.

Berikut Tip-triknya
1. Pada pin 1 IC TL-494 terdapat 6 buah resistor yang terhubung lansung, yaitu 3 buah resistor paralel ke ground dengan nilai 120K, 56K dan 18k, jangan lakukan perubahan apapun pada ketiga resistor ini. Selain itu ada 3 resistor lagi yang tersisa yaitu 15K terhubung ke output +3.3V, 4k7 ke +5V dan 27K ke +12V. Cabut ketiga resistor tersebut.
2. Ganti resistor 27K yang telah dicabut diatas dengan sebuah resistor sebesar 10K dan Trimpot sebesar 20K, tegangan output 13.8V diperoleh pada nilai sekitar 26.6K. Anda dapat melakukan adjusting tegangan keluaran melalui trimpot tersebut. (jika ingin output tegangan dapat diatur atau lebih besar dari 12Volt)

3. Cabut kondensator elektrolit sebesar 1500uF/16V pada keluaran +12V, lalu ganti dengan kapasitor baru dengan kapasitansi yang lebih tinggi, misal 35V, 50V, dst. Komponen ini berfungsi sebagai perata arus, jadi makin besar kapasitansinya makin bagus. Gunakan 2 buah secara paralel masing-masing sebesar 10000uF/50V.

4. Karena switching PSU membutuhkan adanya arus keluaran yang konstan dioutputnya, maka tambahkan sebuah resistor dengan nilai 100 Ohm/2W paralel dengan kapasitor diatas ini berfungsi sebagai resistor load. Hal ini akan memastikan adanya arus konstant sebesar 138mA. Jadi keberadaan resistor load ini sangat penting, dalam sebuah switching PSU.

5. Karena hanya output 13.8V saja yang diiginkan, cabut seluruh kabel keluaran PSU standar, ganti dengan kabel yang sesuai yaitu pada keluaran +12V dan Ground yang nantinya akan dihubungkan ke radio.

6. Untuk menghidupkan PSU ini, menggunakan Remote power ON, yaitu dengan menghubungkan port PWR (Kabel warna Hijau) ke Ground (Kabel warna Hitam) . Jadi anda perlu menambahkan kabel dan saklar untuk mengaktifkannya

7. langkah berikutnya merupakan rangkaian tambahan apabila pada saat dihubungkan dengan radio terdengar adanya dengungan tambahkan rangkaian PHI -Filter pada bagian Output 13,8Volt dengan 2 buah kondensator keramik sebesar 470pf, dan tambahkan induktor sebesar 100uH ini akan berfungsi mengurangi noise akibat oscilator (PWM) dari PSU Switching, tambahkan AVO Digital untuk mengetahui besaran keluaran dari PSU

Pancar Ulang VHF Radio ALinco DR135

Pancar ulang VHF dengan radio Alinco DR135, dengan menggunakan Radio alinco memungkinkan membuat repeater atau pancar ulang lebih praktis dan sederhana, praktis dan sederhana disini adalah pembuatan cor, tidak begitu sulit dikeranakan Pada radio Alinco sudah tersedia fasilitas yang dibuat opsional secara terpisah, sehingga tidak perlu melakukan pembongkaran case radio, ini berbeda pada artikel sebelumnya yang menggunakan radio Icom 2100, pada radio icom 2100h audio mute atau COS, terletak didalam radio, sedangkan pada Radio Alinco dr135 rangkain untuk PTT juga sudah tersedia beserta jalur suara, sudah di buat di bagian luarnya dengan konektor DB9 Female.

Membuat Repeater Dengen ICOM 2100H

Salam buat semua teman-teman briker dimana saja berada, pada kesempatan ini saya hendak berbagi dengan teman-teman tentang Pembuatan Repeater atau pancar ulang, sebelumnya mohon maaf jika artikel ini kurang berkenan bagi saudara, tidak ada maksud lain pada artikel ini hanya berbagi bagaimana cara membuat Pancar ulang tersebut, ya paling tidak dapat memahami cara kerja dari pancar ulang itu sendiri.

memang artikel pancar ulang dengan mengunakan Icom 2100 ini tidak begitu baik jika dibandingkan dengan produk brended atau yang sekelasnya yang memang menggunakan perangkat yang dibuat khusus untuk pancar ulang seperti motorola dan lain sebagainya.
Cara kerja Repeater

Dari kata Repeater aja dapat disimpulkan Repeat yang artinya ulang, meng-ulang, nah kata mengulang inilah yang digunakan memang tidak mengulang pembicaraan yang sudah diucapkan (yang sudah berlalu), melainkan suara yang diterima dikirim ulang dengan daya pancar yang lebih besar. singkat cerita apabila ada sinyal yang kecil yang di pancarkan dari suatu tempat sudah pasti jangngkauannya pun tidak jauh atau tidak akan dapat berkomunikasi dengan lawan bicara yang posisinya berjauhan dengan kita apalagi lawan bicar itu hanya menggunakan Handy tranceiver.
Logika sederhananya terima dan pancar artinya harus ada dua perangkat yang dapatsaling bekerjasama bekerja sama disini maksudnya terima sinyal kemudian dipancarkan dalam waktu yang bersamaan.


Dibawah ini gambar Repeater yang saya buat dengan memanfaatkan case atau tempat dari bekas casing komputer pentium dua yang memang kebetulan sudah tidak digunakan lagi.

Gambar RPU Sederhana dengan ICOM 2100H CPU Case


Dari gambar disamping terlihat ada dua pesawat ICOM2100H, yang posisi letaknya itu tepat pada tempat CDRom, pada dasarnya semua perangkat itu bisa digunakan sebagai alat pancar ulang, namun ada beberapa hal yang mempengaruhinya seperti kualitas pancaran, kepekaaan dan lain sebagainya.

1. Rangkaian COR
Sebelum perangkat diletakan kedalam case, ada beberapa komponen atau rangkaian tambahan yang perlu di lengkapi agar kedua perangkat tersebut dapat saling bekerja, dimana rangkaian ini biasa dikenal dengan istilah COR, rangkaian cor ini lah yang nantinya berfungsi sebagai penekan PTT pada pesawat TX agar dapat memancar, hanya saja rangkain cor ini bekerja secara otomatis apabila COS dari pesawat RX berlogika high atau low COS ini dapat diambil dari audio mute radio RX. rangkaian CORnya disini juga COR yang sangat sederhana cukup dengan satu buah transistor saja. Dari gambar cor diatas sangat sederhana sekali dan komponen-komponen yang ada juga mudah untuk diperoleh, rangkaian tersebut dapat dipasang pada kotak kecil/ box kecil (tempat pena) dan usahakan kabel yang ke mic dan ke suara dari perangkat RXnya menggunakan kabel head untuk memperkecil noise, pengaturan suara yang dipancarkan dapat dilakukan dengan memutar potensio 10K pada rangkaian dan dapat juga diatur dari Volume pesawat RXnya jika suara yang dipancarakan terdengar Over, Pin Cos pada rangkaian dihubungkan ke COS pesawat RX, sedangkan Audio Out itu diambil dari jack yang terdapat dibelakang pesawat. sedangkan PTT dihubungkan ke line PTT pada pesawat TX termasuk MIC in juga dihubungkan ke pasawat TXnya.
Nb: Rangkaian COR diatas juga dapat dipasang langsung pada Radio RX, dengan menghubungkan secara langsung ke COS atau audio mute dari radio RX, dan untuk jalur suara dapat dihubungkan langsung ke input penguat suara, tanpa harus dipasang dalam box lagi, jadi lebih praktis.
2. Pesawat Yang digunakan
Sekilas Radio Icom 2100

Skema rangkaian Icom 2100H

Dari gambar Sekema rangkaian Radio Icom 2100 dapat dilihat jalur Audio mute, pada pin ini lah yang nantinya dihubungkan kerangkaian cor sederhana tersebut.
Radio Icom 2100H dalam keadaan terbuka, dari pin tersebut keluarkan kabel jika rangkaian cornya di buat diluar, tapi jika rangkaian cornya dipasang langsung tidak perlu mengeluarkan kabel COS lagi langsung kabel ke RJ45 saja untuk dihubungkan langsung ke perangkat TXnya.



nah dari rangkaian ini dan skema diatas mungkin sudah cukup jelas dan semuanya kembali ketaman-teman mau di buat didalam radionya langsung atau di luar radio,


setelah semuanya dipasang baik itu rangkaian cor dan rangkaian audio jika memang perlu ada penamabahan, namun pada artikel ini memang tidak ada penambahan rangkaian penguat audio (Opamp), karena suara yang dihasilkan sudah cukup kuat untuk dikirimkan ke perangkat pemancar.


langkah selanjutnya memasukan kedua radio TX dan radio RX kedalam case, agar terlihat rapi usahakan body case itu mendapat ground yang baik dari pesawat, hal ini dapat membantu mengurangi noise dan interferensi RF.

Kenapa menggunakan Icom 2100 ?

saya memang menggunakan perangkat Icom 2100H, kenapa menggunakan icom 2100 ? hee eee kebetulan artikelnya dengan Icom 2100 berhubung saya punya dua buah perangkat ini yang sudah lama tidak dipergunakan (bekas) perangkat yang satunya sudah tidak ada final RFnya, (perangkat yang ada di bawah dari gambar) sedangkan perangkat yang satunya lagi perangkatnya udah
budeg, (daya recievernya sudah tidak baik) jika digunakan untuk komunikasi, Perangkat atau radio yang tidak ada final RFnya digunakan sebagai perangkat Receiver (RX) sedangkan perangkat yang satunya lagi (yang budeg) dikondisikan sebagai Perangkat pemancar (TX). dari dua perangkat tersebut berfungsi hanya menerima saja dan hanya memancarkan saja, kebetulan ada dua perangkat radio bekas yang sudah tidak dipergunakan.


Maaf bukannya bermaksud kalau Repeater yang mahal alias Baru, itu lebih baik dari yang bekas, hanya hendak berbagi saja dengan teman-teman yang mempuyai hoby yang sama. heee bekas pake maksudnya tidak baru lagi.


Gambar pemasangan dua buah radio kedalam case CPU bekas


untuk mempersingkat cerita kita mulai aja yakk...
Pertama-tama kita siapkan terlebih dahulu pesawat yang hendak digunakan, baik itu Rakit RPUpesawat untuk TX atau RX, siapkan juga power supplaynya, pada saat pembuatan repeater ini saya mempergunakan power supply 30Amper, dan power supply tersebut juga saya masukan kedalam case komputer dan tambahkan beberapa kipas pendingin karena pada saat repeater bekerja akan menghasilkan panas, hati-hati suhu yang berlebih akan sangat membahayakan usahakan sirkulasi udara didalam casing itu baik jika perlu pasang kipas yang banyak tapi kipas banyak juga tidak menjamin sepenuhnya jika sirkulai udara tidak berjalan dengan baik uahakan ada kipas yang membuag suhu panas dan ada kipas yang yang dapat menyedot udara dari luar kedalam. jika penempatan perangkat radio, power supply dan kipas sudah disusun atau diletekkan dengan baik langkah berikutnya menghubungkan power kedua perangkat ke power supplay.


3.Power Supply
Power supplay, pastikan powersupply yang nantinya akan digunakan sudah cukup, Cukup apanya ? a, Cukup Powernya (Volt dan ISI RPUAmper), b,Stabil nah ini yang penting kalau gak stabil, akan sangat menggangu, Final RF TX dan suara denggungpun akan terdengar.


selain menggunakan power supply ada juga yang menggunakan aki dan solar sel sebagai catu daya Repeater, namun itu semuanya tergantung dimana posisi pancar ulang tersebut diletekkan, Jika semuanya itu sudah terpasang dengan baik, langkah berikutnya adalah menghubungkan kedua perangkat dengan antena.


4. ANTENA
pada artikel ini memang tidak menggunakan Duplexer, artinya juga dibutuhkan dua buah antena yang berfungsi sama halnya dengan radio, antena sebagai penerima dan antena sebagai pemancar.


Kehandalan dari Repeater sangat bergantung dari Antena yang digunakan, Hati-hati pada saat pemasangan antena dan kabel pastikan antena RX betul-betul bekerja pada frekuensi RXnya saja atau dengan kata lain frekuensi untuk antena RX sempit atau tidak melebar agar spleteran tidak masuk dan tidak dipancarkan kembali. sama juga halnya dengan antena pemancarnya usahakan bekerja pada frekuensi pancar saya, penyesuai inpedansi dan mach antena sangat dibutuhkan.
Daya pancar yang di pancarkan usahakan tidak terlalu besar, karena jika daya pancar TXnya terlalu kuat akan mempengaruhi Penerimanya apalagi jika tidak ada tambahan filter pada saat uji coba repeater ini daya pancar yang digunakan adalah 10Watt dan hasilnya lumaya baik. dengan ketinggian antena tiga batang Pipa posisi antena RX berada diaatas sedangkan antena TX dibawahnya.
Ketinggian, posisi atau letak sangat mempengaruhi kuliatas dari sebuah Pancar ulang. Semoga artikel ini dapat membantu, dalam pemahaman seputar teknik pancar ulang,

MOTOROLA GP2000 TRIK

Untuk Motorola GP 2000 memang yg tampil di layar hanya CH - 1 s/d 99 atau kalo sudah diberi nama , yg tampil di layar adalah Nama dari channel tsb...... , tapi juga ada yg sudah di program sejak awal pemakaian pesawat (VFO / Memory)...., silahkan dicoba menekan tombol A , B, C, atau D ( kegunaan masing-2 tombol tsb tidak sama antara pesawat yg satu atau yg lainnya ...... tergantung setting awalnya , misalnya : A =VFOangka / Mem ; B= H/ L/ E ; C = PID ON/OF ; D = CH / Nama)

Untuk merubah angka (frekwensi) dari channel tsb ikuti langkah2 sbb :

1.Tekan tombol bulat (diatas tombol PTT) sambil radio di hidupkan .... akan muncul huruf RW pada layar.
2. Tekan tombol + / - , akan tampil CH-1 , CH2 , dst..... (kalo +/plus yg ditekan) ..... atau akan muncul VFO, CH99, CH88.....dst kalo tanda -/minus yg ditekan)
3. Misalnya kita mau merubah Frekwensi yg ada di CH 1.......
a. Tekan tombol PTT.... muncul CH ON
b. Tekan lagi tombol PTT..... akan muncul R ........ (mis : R 1435500).... artinya kita mendengarkan pada frekwensi 143.550 MHz....... silahkan rubah dengan menekan keypad (ada 7 digit , yg paling akhir tekan angka 0)
c. Tekan lagi tombol PTT ...... akan muncul T........ artinya transmitnya ada di frekwensi tsb ...... silahkan rubah spt urutan diatas(b)......
d. Kalo R & T dibuat angka sama , itu artinya untuk komunikasi point to point / direct , sedang kalo utk repeater , tentunya R & T angkanya berbeda , menyesuaikan Rx/Tx repeaternya .
e. Tekan lagi tombol PTT ....... akan muncul .... RPL 000...... itu frekw tone untuk receive . Kalo 000 artinya tanpa tone (sebaiknya RT tetap pada angka 000)
f. Tekan tombol PTT....... akan muncul CPL 000 (tanpa tone transmit) , atau mis : CT009 (ketika transmite akan mengandung tone 88,5) ........ merubah angka pada RPL / CPL dengan cara menekan tombol +/-
g. Tekan lagi tombol PTT utk mencari menu yg lain........ dan utk memberi nama pada channel tsb , ketika di layar muncul TAG , tekan tombol +/- untuk memberi nama dengan cara tekan keypad , sesuai keinginan anda.
h. Tekan lagi PTT..... sampai ketemu CH-ON........ baru radio di matikan , kemudian hidupkan lagi........ ketika radio dihidupkan sehabis pemrograman selalu kembali ke CH-1.

Silahkan dicoba , semoga berhasil.

MODIFIKASI HT ICOM 2N UNTUK TX DAN RX DI REPEATER (bag 2)



MODIFIKASI HT ICOM 2N UNTUK TX DAN RX DI REPEATER (bag 2)
Untuk repeater 146.620 Mhz,146.640 Mhz,146.700 Mhz

Seperti yang telah penulis janjikan, akan kita coba cara yang ke 2. Jika pada cara yang pertama kita posisikan dial pada angka angka input dari repeater, maka untuk cara yang kedua ini yang tertera adalah angka angka output repeater, misal untuk repeater 146.620 Mhz pada cara yang pertama dial tertera angka 602 yang berarti mewakili frekwensi 146.020 Mhz yang merupakan input dari repeater tersebut, sedangkan untuk cara yang kedua ini untuk repeater 146.620 Mhz yang tertera pada dial adalah 662 yang mewakili frekwensi output repeater 146.620 Mhz.
Untuk cara yang kedua ini dibutuhkan 2 (dua) buah transistor jenis NPN, yang berdaya rendah.dan murah harganya..misal 2SC829, 2SC828, dll

Langkah langkah pengerjaan:
1. Putuskan jalur dari Dual switch yang menuju pin no 8 dan 9 IC TC 9122.
2. Lepas 3 (tiga) kabel pada saklar Main / Dial (S1).dan sambungkan permanen untuk mode Dial.
3. Buat skema seperti diatas. A adalah V Rx 5V dan B adalah V utama /common 5V.
4. Posisi A adalah posisi operasi duplex dan B adalah posisi Normal.
5. Periksa dengan teliti pembuatan rangkaian .
6. Atur dial pada 662, 664 atau 670.
7. Posisikan S1 pada mode A ( duplex), coba dipergunakan untuk menggunakan repeater. Jika skema dan perkabelan benar maka HT IC 2N bisa dipergunakan untuk operasi duplex pada repeater.

Demikian sedikit modifikasi sederhana yang bisa penulis posting,semoga bermanfaat.

Untuk Posting berikutnya penulis akan mencoba menulis pembuatan mini repeater menggunakan IC2N untuk kegiatan pada area terbatas.
Salam YD2OYD. Let’s Explore Your Mind

REPEATER DARI ICOM IC2N



BUAT SENDIRI REPEATER SEDERHANA MENGGUNAKAN HT IC2N

Kadang kala kita melaksanakan suatu even yang membutuhkan sebuah repeater mini, misalkan dalam kegiatan PRAMUKA, signal dubling contest dll, yang dapat membantu kegiatan tersebut. Dengan bantuan repeater mini ini ada salah satu rekan yang pernah penulis uji cobakan pada kegiatan PRAMUKA, dapat mengekonomiskan pemakaian batere para peserta kegiatan,karena mereka cukup menggunakan LOW power bisa menjangkau seluruh area. Pada pembuatan repeater ini penulis gunakan 2(dua) buah HT IC2N dengan sedikit penambahan rangkaian , 1 buah tr 2SC828,2 buah resistor 10 K, 1 buah resistor 1 K, 2 buah kondensator 0.1 uF, kabel kontrol ½ meter, 1 buah jack speaker dan 1 buah jack mik. Penambahan dilakukan pada IC2N yang berfungsi sebagai penerima, untuk yang berfungsi sebagai pemancar tidak ada perubahan (sebagai pemancarnya compatible segala HT merk ICOM dan Alinco).

Buat rangkaian tambahan yang penulis sertakan dan sisipkan pada HT IC2N yang berfungsi sebagai penerima., untuk koneksi ke HT pemancar, kita manfaatkan jack speaker dari HT. Maka kita perlu melepaskan kabel yang terhubung sebelumnya dan menyambungkan secara permanen tanpa melewati jack tersebut.
Setelah selesai kita tutup kembali HT tersebut, secara sepintas seperti tidak ada perubahan , HT masih bisa dioperasikan untuk ngebreak melalui PTT.
Buat kabel kontrol , ujung yang satu disambungkan dengan jack speaker dan yang satunya dihubungkan dengan jack mic.
Hubungkan kedua HT tersebut dengan kabel kontrol, coba buka squelch HT penerimanya, maka HT pemancar akan mode transmit, tutup squelch HT penerima maka HT pemancar akan kembali mode receive. Repeater mini sudah selesai dan siap dipergunakan. Selisih frekwensi pancar dan terima bisa dipilih sesuai keinginan pengguna, tapi usahakan sampai pancaran HT pemancar tidak mengganggu (nyepleteri) HT penerima. Level modulasi diatur dengan menggunakan potensio volume HT penerima.
Salam YD2OYD..Lets explore your mind

Petunjuk Ubah 2N menjadi Repeater Control



Penulis mencoba berikan petunjuk ubah 2N menjadi repeater control,yang merupakan penjelasan posting terdahulu.Repeater control ini bisa dipadukan dengan HT yang laen, atau bahkan transceiver jenis RIG. Pada gambar penulis tunjukan titik penyambungan 2N dengan skema repeater control pada posting sebelumnya.Pada penggunaanya SQUELCH 2N yang sudah diubah ini harus pada posisi tertutup, tetapi tidak tertutup rapat, cukup untuk membungkam "ngosos" saat tanpa ada sinyal yang masuk.
Rangkaian repeater control ini kita rangkai didalam 2N, sehingga walau sudah dirubah, tampilan 2N masih seperti sedia kala,repeater control ini ditujukan u kegiatan yang portable, mudah dipindah pindah. Selamat berkreasi. Let's explore your mind.YD2OYD

ICOM IC2N DENGAN RF ATT DAN VU METER


Diatas adalah ICOM IC2N yang penulis lengkapi dengan RF ATT dan VU meter,bisa sebagai alat bantu saat mencari arah jika menggunakan jenis antena pengarah, bisa juga sebagai alat bantu pada acara FOX Hunting.Potensiometer dibawah VUmeter digunakan sebagai RF ATT.

MODIFIKASI 2N DENGAN TAMPILAN 7 SEGMEN






MODIFIKASI ICOM IC2N MENJADI BENTUK RIG DENGAN PENAMBAHAN TAMPILAN 7-SEGMEN DAN ROTARY DIAL

Pada posting kali ini penulis coba membagi modifikasi IC2N dengan penambahan tambilan 7segmen 3 digit (bisa ditambahkan menjadi 6 digit sehingga tampilan menjadi 144.000) dengan tampilan 3 digit frekwensi 144.000 Mhz adalah 400. Tentu saja bentuk HT sudah tidak bisa dipertahankan, sehingga harus dibentuk seperti bentuk RIG.
Blok 1 adalah rangkaian PENCACAH DESIMAL Up dan Down. Rangkaian ini terdiri dari 3 (tiga)buah IC BCD Up/Down Counter CD 4510 dengan konfigurasi counter parallel clocking. Up/down terminal untuk memilih mode UP/Down. Clock terminal untuk masukan clock. Keluaran IC ini adalah Q1. Q2, Q3 dan Q4.
IC1 untuk satuan, IC2 puluhan, IC untuk ratusan.

Pada Blok 2 adalah rangkaian DRIVER TAMPILAN 7 SEGMEN yang berfungsi mengubah BCD ke 7 segmen. Input BCD berasal dari output dari rangkaian pencacah decimal Up/down. Hubungkan pada IC1 :Q1 ke A1, Q2 ke B1,Q3 keC1, Q4 ke D1. Untuk IC2 : Q1 ke A2,Q2 ke B2,Q3 ke C2,Q4 ke D2. Untuk IC3 : Q1ke A3,Q2 ke B3,Q3 ke C3,Q4 keD3.
Pada output rangkaian ini adalah a,b,c,d, e,f,g yang nantinya dihubungkan ke 7 segmen common anode.
7 segmen common anode berarti sumbar positif bersama.
Gambar bagan 7 segmen bisa dilihat pada gambar 7 segmen, dengan keterangan dimana a,b,c dst,, jika yang menyala adalah a.b.c.d.g akan tertampil angka 3. Dan selanjutnya.
Rangkaian selanjutnya adalah UP/down control yang berfungsi untuk pengaturan up atau down, pengaturan dapat dilakukan dengan menggunakan 2 buah switch terpisah atau rotary dial bekas HT atau Rig yang sudah tidak terpakai. Penulis pergunakan rotary dial bekas ht alnico DJ180.
Untuk menurunkan tegangan bisa dipergunakan rangkaian penurun tegangan dengan IC 7805 dan transistor TIP41 seperti pada rangkaian regulator 12V to 5V.
Untuk hubungan dari rangkaian ini ke HT IC2N kita perlu menghubungkan kabel kabel ke IC PLL TC9122 sebagai berikut:
A1 ke pin 3,B1 ke pin4,C1 ke pin5,D1 ke pin6,A2 ke pin7,B2 ke pin8,C2 ke pin9,D2 ke pin10,A3 ke pin11,B3 ke pin12,C3 ke pin13,D3 ke pin14.

Perangkat THOMSON-CSF TMF 220 yang penulis ganti dengan PLL ex IC2N juga menggunakan rangkaian seperti diatas. Knop kanan atas diatas jack mik adalah rotary dial. Pada tampilan hanya penulis tambahkan 1 buah 7 segmen dan 1 buah led kotak untuk menampilkan angka 14.

Selamat berkarya. explore your mind. YD2OYD

MODIFIKASI HT 2N UNTUK MEMBUKA REPEATER


MODIFIKASI HT ICOM 2N UNTUK TX DAN RX DI REPEATER (bag 1)
Untuk Frekwensi 146.620 Mhz, 146.640 Mhz, 146.70 Mhz.
Seperti yang sudah kita ketahui, untuk bisa mempergunakan fasilitas pancar ulang, kita harus mempergunakan perangkat transceiver yang mempunyai fasilitas duplex minus 600 Khz, karena frekwensi input dan output dari pancar ulang mempunyai selisih 600 Khz (repeater yang dipergunakan ORARI ). Untuk rekan rekan amatir yang mempergunakan HT Icom 2N mengalami kesulitan untuk mempergunakan fasilitas pancar, karena perangkat ini tidak mempunyai fasilitas duplex 600 Khz, seperti HT sekelasnya misal IC2E. IC2A dan IC2AT yang dilengkapi dengan fasilitas duplex. Padahal HT Icom 2N merupakan perangkat yang masih banyak dipergunakan oleh rekan rekan amatir, selain ekonomis,tahan banting,lebih tahan terhadap cuaca lembab hujan dll.
Dengan penambahan 4(empat) buah diode silikon, misal: 1N4148 yang selain murah juga banyak tersedia dipasaran, untuk pengoperasian fasilitas ini kita gunakan saklar main / dial yang terletak di sebelah kiri saklar ON / OFF.
Langkah langkah pengerjaan
  1. Putuskan jalur dari Dial switch yang terhubung dengan pin no 8 dan pin no9 IC TC 9122, lepaskan 3 (tiga) kabel pada saklar main/Dial (S1) dan hubungkan kabel pada Dial mode.
  2. Buat rangkaian seperti diatas, VRx 5V adalah tegangan 5V saat Rx dan 0 V saat TX. (bisa dicari dengan pengukuran menggunakan multimeter)
  3. Hubungkan S1, atur dial pada 602,604 atau 610,walau pada angka dial tertera 602.604 atau 610 sebenarnya frekwensi Rx adalah 146.620 Mhz, 146.640 Mhz atau 146.700 Mhz. Coba transmit , jika rangkaian dan perkabelan dibuat benar maka HT IC 2N anda sudah mempunyai fasilitas duplex untuk frekwensi repeater tersebut.(dengan catatan daya pancaran HT anda bisa menjangkau jarak repeater)
Demikian dulu posting dari penulis,untuk cara ke 2 akan coba ulas pada posting berikut. Salam YD2OYD. Let”s Explore Your Mind

Sumber / link : http://amatirindonesia.blogspot.com/2009/10/modifikasi-ht-2n-untuk-membuka-repeater.html 

 
 
Copyright © 2014 KANG LINTAS. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas